<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BMT Center</title>
	<atom:link href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://permodalanbmt.com/bmtcenter</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 07:26:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Cerita Menarik dan Unik dari Negeri Jiran</title>
		<link>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1055</link>
		<comments>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1055#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 07:25:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1055</guid>
		<description><![CDATA[KUALA LUMPUR- BMT Summit 2011 berlangsung di Jakarta-kuala lumpur menjadi menarik dan memberi suasana sendiri dalam perkembangan BMT-BMT di Indonesia. Selain karena BMT yang selama ini masih tergolong bergerak didesa-desa dan juga konnsisten melayani kebutuhan umat dilevel bawah atau mikro. Malaysia, bagi orang Indonesia menjadi negara yang sering membuat darah mendidih, alasannya sederhana, karena selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/DSC_1253.jpg"><img src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/DSC_1253-300x200.jpg" alt="" title="DSC_1253" width="300" height="200" class="alignnone size-medium wp-image-1056" /></a></p>
<p>KUALA LUMPUR- BMT Summit 2011 berlangsung di Jakarta-kuala lumpur menjadi menarik dan memberi suasana sendiri dalam perkembangan BMT-BMT di Indonesia. Selain karena BMT yang selama ini masih tergolong bergerak didesa-desa dan juga konnsisten melayani kebutuhan umat dilevel bawah atau mikro.<br />
Malaysia, bagi orang Indonesia menjadi negara yang sering membuat darah mendidih, alasannya sederhana, karena selalu mengalahkan olah raga favorit di Indonesia, sepok bola. Terakhir, dengan scor 1-0 di Sea Games 2011di Palembang. Bertepatan dengan pemberangkatan rombongan PBMT Indonesia ke Malaysia.<br />
Benak-benak akan jadi guyonan dan ledekan antar negara satu rumpun tertanam dalam pikiran peserta rombongan, mesti sebagian ada yang nyeletuk dengan rendah hati, kita harus belajar kepada siapa saja dan apa saja yang lebih unggul dari kita. Walau belum bisa menerima sepenuhnya, sepertinya memang begitu jika ingin unggul dimasa depan, sambil mengiyakan pendapat, tanda setuju.<br />
Memang, bicara lembaga keuangan Islam, malaysia lebih maju dan lebih berkembang dari Indonesia. Salah satu alasannya adalah mereka dapat dukungan penuh dari pemerintah (Top Down), sedang BMT-BMT Indonesia harus berjuang sendiri untuk mandiri (bottom-up). Perlu kita akui, Malaysia mempunyai visi besar yakni visi 2020, menjadi salah satu negara maju di Asia yang digagas oleh perdana menteri Mahatir muhamad.<br />
Niat belajar, melihat langsung dan merasakan kondisi negeri jiran, membuat langka rombongan PBMT Indonesia menjadi semakin mantap dan optimis dimasa depan, apalagi PBMT Indonesia setelah mendeklarasikan Haluan BMT 2020 yang tak jauh berbeda dengan visi 2020 Malaysia.<br />
Meski masih satu rumpun, yakni melayu. Para rombongan tidak merasa bingung dan belajar bahasa lain, mirip-miriplah, kata sebagian peserta. Belum tahu, bahwa mirip-mirip itu juga ada yang berbeda. </p>
<p>Humor dan kelakar<br />
Ada sebagian peserta mengatakan bukan Indonesia kalau belum membuat kekurangan menjadi kelebihan, tidak mengerti sepenuhnya bahasa melayu adalah kekurangan, tapi bagaimana kekurangmengertian menjadi bahasa universal, kesalingpahaman. Minimal paham apa yang dimaksudkan lawan bicara.<br />
Emy, salah satu pemandu bis wisata selama perjalanan di malaysia, orang cerewet dan suka berkelakar khas melayu. Satu lagi, sedikit centil dan sesuatu banget. Mesti asing ditelingah tapi menarik untuk selalu didengar. Ingat bahasa roman melayu Indonesia, Siti Nurbaya tahun 90-an dan Diva dari negeri jiran Siti Nurhaliza.<br />
Emy dengan nada ceplas-ceplos mengatakan “kita akan pusing-pusing biar seronok-seronok”, para peserta semua bingung, apa maksudnya? Rombongan pun, menanyakan apa artinya? Eh.., ternyata, pusing-pusing itu artinya keliling-keliling dan seronok artinya bahagia atau senang. Gelak tawa pun terdengar kompak para peserta roudshow BMT.<br />
Tak hanya itu, peserta juga dilarang ketika haus mengatakan “minta Aqua” sebagaimana kebiasaan di Indonesia, karena Aqua bermakna orang berkemaluan ganda (banci) di Malaysia. Tetapi menggunakan “minta air mineral”. “ada-ada saja” komentar salah satu peserta.<br />
Pak Prof. Akhyar adnan, dewan pakar PBMT Indonesia dan juga guru besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta lulusan Internationa Islamic University Malaysia (IIUM) menambahkan jangan sekali-kali menggunakan kata “butuh” karena di malaysia mempunyai arti yang tidak bagus yakni alat kemaluan. Tapi memakai kata “perlu”.<br />
Dan itu kejadian betul, ketika berada di IIUM, salah satu peserta lupa menggunakan “butuh” ketika bertanya kepada pihak Universitas, tak disangka sebagian peserta tertawa dan senyum-senyum kecil, tapi untung temen sebelahnya mengingatkan.<br />
Yang menarik lagi, semua istilah-istilah tadi menjadi bumbu-bumbu penyedap disepanjang tiga hari saat berada di Malaysia. Dan semua peserta BMT Summit 2011 optimis bisa menjalankan Haluan BMT 2020 dengan perjuangan keras dan tetap selalu meminta ridha dari Allah Swt. Menjadi seperti Malaysia tidak ada yang tidak mungkin. Amin.  </p>
<p>sumber: zubaer</p>
<p>Yang menarik lagi, semua istilah-istilah tadi menjadi bumbu-bumbu penyedap disepanjang tiga hari saat berada di Malaysia. Dan semua peserta BMT Summit 2011 optimis bisa menjalankan Haluan BMT 2020 dengan perjuangan keras dan tetap selalu meminta ridha dari Allah Swt. Menjadi seperti Malaysia tidak ada yang tidak mungkin. Amin.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?feed=rss2&amp;p=1055</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Putrajaya; Kota Baru Penuh Visi</title>
		<link>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1051</link>
		<comments>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1051#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 04:23:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1051</guid>
		<description><![CDATA[KUALA LUMPUR- Mendengar Malaysia, pastilah ingin mengunjungi pusat kota yakni Kuala Lumpur. Daya tarik yang menakjubkan adalah twin tower atau menara kembar yang menjadi simbol kejayaan Negara menuju Negara modern. Selain simbol modern, Kuala Lumpur juga sebagai pusat perniagaan yang menyimpan beberapa visi dan misi Malaysia dimasa datang yakni Visi 2020, menjadi Negara maju. Kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/putrajaya.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1052" title="putrajaya" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/putrajaya-300x177.jpg" alt="" width="300" height="177" /></a></p>
<p>KUALA LUMPUR- Mendengar Malaysia, pastilah ingin mengunjungi pusat kota yakni Kuala Lumpur. Daya tarik yang menakjubkan adalah twin tower atau menara kembar yang menjadi simbol kejayaan Negara menuju Negara modern.</p>
<p>Selain simbol modern, Kuala Lumpur juga sebagai pusat perniagaan yang menyimpan beberapa visi dan misi Malaysia dimasa datang yakni Visi 2020, menjadi Negara maju. Kami berserta roadshow PBMT Indonesia mempunyai kesempatan melihat langsung pusat tahapan-tahapan peradaban Malaysia dibangun dan akan terus berkembang.</p>
<p>Kita bisa belajar, bagaimana Malaysia yang merdeka tahun 1957, terpaut 12 tahun dari Indonesia bisa begitu tertata dan maju pesat dalam hitungan tahun, bahkan mempunyai target menjadi Negara maju pada tahun 2020, bagaimana dengan Indonesia?</p>
<p>Memang, ada beberapa alasan yang dilontarkan oleh orang Indonesia di sela-sela roadshow PBMT Indonesia terhadap Malaysia, antara lain, Malaysia adalah Negara jajahan Inggris yang memang dididik kedisiplinan, Malaysia penduduknya sedikit hanya 28,5 juta sedang Indonesia lebih dari 200 juta lebih, selain itu, Malaysia wilayahnya kecil dan masyarakatnya mudah diatur. Ini bukan membandingkan, tapi ingin belajar dari kelebihan Negara manapun.</p>
<p><strong>Putrajaya </strong></p>
<p>Putrajaya, sengaja kota baru yang dibuat untuk pusat administrasi baru yang sebelumnya di kuala lumpur yang bernama Pusat Pentadbiran Kerajaan Persekutuan Putrajaya. Gedung-gedung untuk departemen-departemen dibangun di Putrajaya dengan pusatnya kantor Perdana Menteri. Di sana ada dua masjid yang cantik. Ada danau buatan yang luas, dihubungkan dengan jembatan-jembatan yang megah yang bernama Jambatan Putra dan Jambatan Seri Perdana.</p>
<p>Rombongan BMT diajak untuk berkunjung ke Perdana Leadership Foundation (Kantor Tun Dr. Mahathir Muhammad) di Putrajaya untuk mendengar dan melihat langsung visi dan misi Malaysia 2020 disampaikan yang disusul dengan melihat koleksi perpustakaan dan berfoto bersama.</p>
<p><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/Putrajaya.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1053" title="Putrajaya" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/Putrajaya-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>kita tahu,<strong> </strong>Wawasan 2020 atau Visi 2020 adalah visi malaysia yang diperkenalkan oleh mantan perdana menteri Malaysia,Mahathir mohammad sejak tahun 1991. Visi ini berisi bahwa negara Malaysia akan menjadi negara maju pada tahun 2020, disegala bidang ekonomi, politik, sosial, kerohanian, psikologi, kualitas hidup dan keyakinan.</p>
<p>Setelah berkunjung di perdana leadership foundation, rombongan BMT diajak untuk melihat suasana dataran kemerdekaan putrajaya dan Istana Darul Ehsan sembari makan siang dan melihat panorama kemegarahan bangunan putrajaya.</p>
<p>Menurut pemandu, putrajaya menjadi salah satu daya tarik tersendiri wisatawan datang ke Malaysia, selain kemegahannya juga konsep yang coba diwujudkan dalam kenyataan yang menggabungkan nilai seni kontruksi dan seni kontemporer, kerapian dan keindahan.</p>
<p>Beberapa peserta rombongan, merasa kagum dan termotivasi, bagaimana manusia bisa menciptakan sebuah keindahan seperti putrajaya. Karena selama ini, dunia sering di sajikan Tajmahal, masjid-masjid timur tengah dan jembatan-jembatan Amerika, tapi di putrajaya terasa disajikan lengkap.<em>wonderfull!</em></p>
<p>Tak kalah, melihat kenyataan Malaysia seperti itu, Rombongan PBMT Indonesia terasa optimis dengan Haluan 2020 yang merupakan cetak biru gerakan BMT 2020 bisa mencapai kejayaan sebagai lembaga keuangan Syariah bisa bermanfaat melayani umat dimasa datang. BMT <em>Rahmatan Lil Alamin</em>. <em>Insyaallah.</em></p>
<p><em>sumber: Zubaeri </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?feed=rss2&amp;p=1051</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan PBMT Indonesia ke International Islamic University Malaysia (IIUM)</title>
		<link>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1046</link>
		<comments>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1046#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 04:03:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terhangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1046</guid>
		<description><![CDATA[“Sharing perkembangan LKS yang kuat dan mandiri” KUALA LUMPUR- BMT (Baitul maal wa tamwil) di Indonesia dikenal sebagai koperasi jasa keuangan syariah (KJKS) yang bergerak di bidang jasa untuk pemberdayaan kesejahteraan masyarakat dan lahan dakwah melalui ekonomi syariah. Dalam acara BMT Summit 2011 berkesempatan mengunjungi International Islamic University Malaysia (IIUM) yang di dampingi oleh dewan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/IIUM.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1047" title="IIUM" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/IIUM-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p><strong> “Sh</strong><strong>a</strong><strong>ring perkembangan LKS yang kuat dan mandiri”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>KUALA LUMPUR- BMT (Baitul maal wa tamwil) di Indonesia dikenal sebagai koperasi jasa keuangan syariah (KJKS) yang bergerak di bidang jasa untuk pemberdayaan kesejahteraan masyarakat dan lahan dakwah melalui ekonomi syariah.</p>
<p>Dalam acara BMT Summit 2011 berkesempatan mengunjungi International Islamic University Malaysia (IIUM) yang di dampingi oleh dewan pakar PBMT Indonesia, Prof. Akhyar Adnan, Guru besar ekonomi Islam UMY, diterima dengan hangat oleh wakil Rektor IIUM, Prof. Abdul Azis yang didampingi Prof.Abdurrahman Abdurrahim, Guru besar ekonomi Islam IIUM.</p>
<p>Dalam kenjungan tersebut, Prof. Akhyar Adnan, mengatakan, perkembangan BMT Indonesia sangat pesat dan semakin dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat Indonesia dalam bidang ekonomi, selain itu, BMT juga memberi bimbingan dan edukasi ekonomi syariah, bagimana bertransaksi ekonomi sesuai tuntunan Islam.</p>
<p>PBMT Indonesia berkunjung ke IIUM sebagai upaya meningkatkan wawasan terkait dengan perkembangan keuangan Islam yang diterapkan Malaysia dalam mencapai kemajuan ekonomi negara yang jauh meninggalkan Indonesia.</p>
<p>Kita tahu, IIUM merupakan universitas untuk mempersiapkan Sumberdaya Insani (SDI) yang mumpuni, baik agama, sains dan metodologi pengembangan nilai agama yang mempunyai standar kualitas internasional.</p>
<p>Bapak Saat Suharto Amdaj, CEO PT Permodalam BMT Indonesia dalam kesempatan tersebut menjelaskan, perkembangan BMT Indonesia yang telah di ikuti oleh 187 BMT seluruh indonesia, memiliki kantor sebanyak 500 lebih.</p>
<p>Saat juga bercerita, yang menarik dalam mendirikan BMT di Indonesia adalah semangat untuk memberdayakan diri umat islam dan ingin mendidik umat untuk mandiri secara ekonomi dan berjaya dengan sistem ekonomi yang telah disesuaikan dengan syariah.</p>
<p>Dalam BMT Summit 2011 kali ini, BMT-BMT Indonesia telah mendeklarasikan Haluan BMT 2020 yang berisi tentang visi dan misi BMT 2020 yang dibangun dengan infrastruktur yang mapan, SDI yang kuat dan mempunyai kemanfaat yang melebihi lembaga keuangan selama ini.</p>
<p>Prof.Abdurrahman Abdurrahim dalam study banding tersebut juga memaparkan makalah tentang perkembangan lembaga keuangan Islam di Malaysia. Abdurrahman bercerita, pada pertengahan 80-an hingga 90-an pemerintah Malaysia mempunyai kebijakan kepada rakyat malaysia untuk bersekolah menuntut ilmu pengetahuan kemana saja, di biayai pemerintah.</p>
<p>Pemerintah Malaysia, sadar betul betapa pentingnya pembangunan sumberdaya manusia untuk membangun negara yang maju. Maka dikirimlah mahasiswa ada yang Australia, Amerika Serikat, Jerman dan Indonesia.</p>
<p>Tak salah, bila dikatakan bahwa malaysia pernah belajar ke Indonesia tetapi itu hanya salah satu saja. Pembangunan SDM, baru setelah sepuluh tahun, bisa dirasakan oleh pemerintah malaysia hasil dari kontribusi investasi sumberdaya manusia. Mereka mampu memegang peranan dan posisi penting di pemerintah. Dan semuanya tenaga kerja profesional.</p>
<p>Setelah selesai forum, peserta diajak berkeliling melihat lingkungan kampus yang tertata apik dengan arsitektur nuansa Islami dengan masjid yang berada ditengah-tengah sebagai simbol spirit keislaman. Kemudian ke perpustakaan IIUM yang besar dengan koleksi yang lengkap.</p>
<p>Peserta juga melihat sendiri, banyaknya mahasiswa-mahasiswa luar negeri yang sedang belajar di IIUM, tidak hanya beda warna kulit, model pakaian pun terlihat berbeda. Setelah sholat dhuhur berjamaah, rombongan PBMT Indonesia dijamu makan siang di universitas. Wawasan berkembang, pengalaman bertambah dan perutpun akhirnya kenyang. Hanya satu kata mungkin mewakili, mengesankan!.</p>
<p>sumber; Zubaer</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?feed=rss2&amp;p=1046</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RAPAT AKBAR KORWIL JAWA TENGAH</title>
		<link>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1044</link>
		<comments>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1044#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 07:36:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1044</guid>
		<description><![CDATA[Term of Reference SEMINAR RAPAT AKBAR ASOSIASI BMT JAWA TENGAH TAHUN 2011 Cilacap, 10 Desember 2011 “Memperkokoh Jaringan, menjadi pelaku KJKS-BMT (Mikro Finance Syariah) yang Handal” I. PENDAHULUAN Perkembangan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) atau Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) atau yang dikenal dengan sebutan Baitul Maal Wattamwil (BMT) selama lima belas tahun terakhir merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Term of Reference</p>
<p><strong>SEMINAR RAPAT AKBAR ASOSIASI BMT JAWA TENGAH </strong></p>
<p><strong>TAHUN 2011</strong></p>
<p><strong>Cilacap, 10 Desember 2011</strong></p>
<p><em>“Memperkokoh Jaringan, menjadi pelaku KJKS-BMT (Mikro Finance Syariah) yang Handal”</em></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<ol>
<li><strong>I. </strong><strong>PENDAHULUAN</strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p>Perkembangan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) atau Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) atau yang dikenal dengan sebutan <em>Baitul Maal Wattamwil </em>(BMT) selama lima belas tahun terakhir merupakan salah satu yang paling kentara dari dinamika keuangan syariah di Indonesia.</p>
<p>Secara faktual BMT berkembang menjadi salah satu Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang penting di Indonesia, baik dilihat dari kinerja keuangan maupun jumlah masyarakat yang dilayani. Segala kelebihan yang biasa dimiliki oleh LKM  pun menjadi karakter BMT, salah satunya sebagaimana telah banyak diketahui ahli ekonomi bahwa BMT lebih tahan terhadap goncangan krisis perekonomian sebagaimana dibuktikan pada tahun 1997-1998.</p>
<p>Meskipun perkembangan KJKS/BMT berlangsung cukup pesat dan luar biasa, namun para pegiat menyadari masih belum optimalnya dalam proses pengelolaan dari seluruh potensi yang sebenarnya jauh lebih besar. Terdapat beberapa kendala dan hambatan <em>Pertama</em>, manajemen operasional khususnya dalam aspek standarisasi SDM yang amanah dan profesional serta memahami prinsip-prinsip pengelolaan keuangan syariah yang berasas pada prisip kemanfaatan dan keadilan khususnya dalam memberikan daya dukung pembiayaan usaha kepada UKM-UKM. <em>Kedua,</em> dukungan otoritas ekonomi dan pemerintah melalui regulasi kurang mengena sehingga tidak sampai pada titik permasalahan yang dihadapi pengelola KJKS/BMT. <em>Ketiga</em>, belum ada sistem interkoneksi/jaringan terpadu antara stakeholder baik pemerintah, asosiasi industri dan profesi, KJKS dan sektor riil usaha (UKM) yang profesional dan saling menguntungkan, dalam hal ini terkesan ”jalan sendiri” sehingga berimbas pada kualitas produk yang dihasilkan (baik jasa maupun barang) maupun sumber daya manusia yang kurang kompeten dalam mengoperasikannya.</p>
<p>Hal inilah yang menyebabkan semangat untuk mencari <em>problem solving</em> melalui forum-forum yang strategis guna mengurai benang kusut dengan menghadirkan tokoh yang representatif baik dari unsur pemerintah, asosiasi industri dan profesi serta pengelola KJKS/BMT dengan harapan persoalan tersebut dapat teratasi dan mampu membentuk jaringan kerjasama dalam mengawal iklim perekonomian yang kondusif dan mudah-mudahan mampu memberi manfaat khususnya bagi kesejahteraan masyarakat.</p>
<ol>
<li><strong>II. </strong><strong>NAMA KEGIATAN</strong></li>
</ol>
<p>Kegiatan ini bernama<strong> SEMINAR RAPAT AKBAR ASOSIASI BMT JAWA TENGAH Tahun 2011</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>III. </strong><strong>TEMA</strong></li>
</ol>
<p>Kegiatan seminar ini mengambil tema <strong><em>“Peluang dan Tantangan KJKS-BMT di Masa Yang Akan Datang”.</em> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>IV. </strong><strong>TUJUAN SEMINAR</strong></li>
</ol>
<p>Penyelenggaraan seminar ini bertujuan untuk :</p>
<ol>
<li>Terwujudnya kesamaan tujuan antar stakeholder khususnya Pemerintah, Asosiasi Industri dan Profesi serta Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) / BMT dalam rangka pemberdayaan UMKM di Jawa Tengah demi peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.</li>
<li>Memberikan inspirasi kepada pengurus dan pengelola KJKS-BMT pentingnya membaca situasi dan kondisi masa yang akan datang sehingga diharapkan muncul <em>sence of belonging</em> dan <em>sence of crisis</em> demi eksistensi kelembagaan KJKS-BMT.</li>
<li>Adanya informasi baru terkait khasanah keilmuan praktis khususnya bagi manajemen KJKS guna mendukung terciptanya tata kelola manajemen lembaga yang professional, amanah dan bermanfaat bagi masyarakat.</li>
<li>Adanya kesadaran Pengurus dan Pengelola BMT untuk fokus pada fungsi penguatan ekonomi kerakyatan yang berbasis syari’ah</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>V. </strong><strong>TAGRET SEMINAR</strong></li>
</ol>
<p>Adapun target penyelenggaraan seminar ini untuk :</p>
<ol>
<li>Adanya kesadaran dari pengurus dan pengelola untuk selalu mawas diri serta berfikir kreatif agar selalu siap mengelola KJKS-BMT dengan kondisi apapun.</li>
<li>Adanya upaya antisipatif dan kreatif guna mempertahankan dan memajukan KJKS-BMT dimasa yang akan datang.</li>
<li>Terciptanya komunikasi yang harmonis dan intensif antar stakeholder guna mendukung iklim berwirausaha yang kondusif dan konstruktif.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>VI. </strong><strong>PESERTA SEMINAR</strong></li>
</ol>
<p>Peserta seminar berjumlah <span style="text-decoration: underline;">+</span> 400 orang terdiri dari :</p>
<p>ü  Pengurus Asosiasi BMT Jawa Tengah dan Forum Baitul Maal yang berjumlah 25 orang</p>
<p>ü  Perwakilan Pengurus Asosiasi BMT Kota/Kabupaten Se-Jawa Tengah yang berjumlah <span style="text-decoration: underline;">+</span> 35 orang.</p>
<p>ü  Perwakilan Pengurus dan Pengelola (Manajer) BMT Se-Jawa Tengah yang berjumlah <span style="text-decoration: underline;">+</span> 350 orang.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>VII. </strong><strong>PEMBICARA SEMINAR</strong></li>
</ol>
<p>Pembicara seminar akan menghadirkan pembicara, diantaranya :</p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Bp. Drs. Joelarso (Ketua Perhimpunan BMT Indonesia)</strong></li>
<li><strong>2. </strong><strong>Bp. Parni Hadi</strong></li>
</ol>
<p><strong>Dengan Topik bahasan<em> “Peluang dan Tantangan KJKS-BMT di Masa Yang Akan Datang”.</em></strong></p>
<ol>
<li><strong>VIII. </strong><strong>WAKTU DAN TEMPAT</strong></li>
</ol>
<p>Kegiatan ini Insya Allah diselenggarakan pada :</p>
<p>Hari/Tanggal        : Jum’at, 9 Desember 2011</p>
<p>Waktu                  : 15.30 s/d selesai</p>
<p>Tempat                 : Graha Pemuda Cilacap</p>
<p>Jl. Jendral Sudirman Cilacap</p>
<ol>
<li><strong>IX. </strong><strong>PENUTUP</strong></li>
</ol>
<p>Demikian <em>Term Of Reference</em> (TOR) kami buat sebagai bahan acuan dalam proses penyelenggaraan SEMINAR RAPAT AKBAR ASOSIASI BMT JAWA TENGAH Tahun 2011, mudah-mudahan seminar yang akan diselenggarakan mampu memberi manfaat untuk tumbuh kembang perekonomian di jawa tengah. Atas dukungan dan kerjasama yang baik kami mengucapkan terima kasih.</p>
<p>Semarang, 20 Oktober 2011</p>
<p><strong>ASOSIASI BMT JAWA TENGAH</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">ADIB ZUHAIRI, S.Sos, M.Si</span> <span style="text-decoration: underline;">KARTIKO A. WIBOWO, SE, MM</span></strong></p>
<p><em>Ketua                                                         Sekretaris</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?feed=rss2&amp;p=1044</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SYARAT &amp; KETENTUAN MENJADI ANGGOTA PERHIMPUNAN</title>
		<link>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1029</link>
		<comments>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1029#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 06:48:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Database]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1029</guid>
		<description><![CDATA[SYARAT DAN KETENTUAN KEANGGOTAN PERHIMPUNAN BMT INDONESIA Syarat dan ketentuan lembaga untuk menjadi anggota Perhimpunan BMT Indonesia harus memenuhi hal-hal sebagai berikut dibawah ini antara lain : Memiliki visi dan misi yang jelas tentang ekonomi mikro syari’ah. Sudah beroperasi minimal dua tahun. Memenuhi persyaratan sebagai berikut ; BMT atau lembaga keuangan mikro syari’ah lain yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="Default" style="text-align: center; line-height: 150%;">
<p style="text-align: center;"><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/Logo-PBMTI.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1035" title="Logo PBMTI" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/Logo-PBMTI-300x131.jpg" alt="" width="300" height="131" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>SYARAT DAN KETENTUAN KEANGGOTAN </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>PERHIMPUNAN BMT INDONESIA</strong></p>
<p>Syarat dan ketentuan lembaga untuk menjadi anggota Perhimpunan BMT Indonesia harus memenuhi hal-hal sebagai berikut dibawah ini antara lain :</p>
<ol>
<li>Memiliki visi dan misi yang jelas tentang ekonomi mikro syari’ah.</li>
<li>Sudah beroperasi minimal dua tahun.</li>
<li>Memenuhi persyaratan sebagai berikut ;</li>
</ol>
<ul>
<li>BMT atau lembaga keuangan mikro syari’ah lain yang berbadan hukum.</li>
<li>Didirikan oleh Warga Negara Indonesia</li>
<li>Bersedia membayar biaya keanggotaan yang akan diatur oleh keputusan Pengurus.</li>
<li>Berkedudukan dan berdomisili di wilayah teritorial Republik Indonesia</li>
<li>Menyetujui AD/ART dan peraturan keanggotaan PBMT INDONESIA.</li>
<li>Mengajukan permohonan untuk mendaftarkan diri sebagai anggota PBMT INDONESIA yang di-tandatangani oleh Pengurus dan atau yang diberi kuasa, dengan melampirkan;</li>
</ul>
<p style="padding-left: 60px;">1. Formulir keanggotaan.</p>
<p style="padding-left: 60px;">2. Foto copy KTP Pengurus dan Manager.</p>
<p style="padding-left: 60px;">3. Laporan Keuangan (Neraca dan Rugi Laba) selama 3 bulan terakhir.</p>
<p style="padding-left: 60px;">4. Menyerahkan laporan RAT selama 2 kali/2 tahun terakhir.</p>
<p style="padding-left: 60px;">5. Melampirkan Surat Pernyataan dari Dewan Pengawas Syarariah Pemohon yang menyatakan bahwa produk-produk BMT pemohon telah sesuai dengan syariah.</p>
<p style="padding-left: 60px;">6. Melampirkan surat Rekomendasi dari KORWIL dan KORDA PBMT Indonesia/Asosiasi BMT setempat.</p>
<p style="padding-left: 60px;">7. Melampirkan Company Profil BMT</p>
<p style="padding-left: 60px;">8. Membayar biaya keanggotaan sebesar Rp. <strong>2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah)</strong> ke <strong>No Rek : 117.001.4518</strong>, Bank Syariah Mandiri atas nama: <strong><em>Perhimpunan BMT Indonesia</em></strong></p>
<p>Syarat-syarat tersebut dikirimkan ke :</p>
<p><strong><em>PERHIMPUNAN BMT INDONESIA</em></strong></p>
<p>Equity Tower Lt 27 Floor, SCBD Complex Jl. Jendral Sudirman</p>
<p>Kav 52-53 Jakarta Pusat, telp (021) 29035428/9, Fax (021) 29035430</p>
<p>Email: perhimpunanbmtindonesia@yahoo.com</p>
<p><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/jabat-tangan_1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1034" title="jabat-tangan_1" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/jabat-tangan_1.jpg" alt="" width="300" height="209" /></a></p>
<p>Berikut ini kami lampirkan Surat Pernyataan Dewan Pengawas Syariah</p>
<p style="text-align: center;"><strong>SURAT PERNYATAAN </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>DEWAN PENGAWAS SYARIAH </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="text-decoration: underline;">BMT &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. </span></strong></p>
<p>Yang bertanda tangan di bawah ini :</p>
<p>Nama   : &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>No.KTP : &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Alamat : &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Dalam melaksanakan tugas selaku Dewan Pengawas Syariah KSPS/BMT &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. sesuai dengan yang termaktub di dalam Pedoman Akad Syariah (PAS) 002, Bab IV, tentang Pedoman Tugas dan Wewenang Dewan Pengawas Syariah (DPS) pada BMT yang menyatakan bahwa DPS memiliki tugas, wewenang, dan tanggung jawab untuk:</p>
<ol>
<li>Memastikan dan mengawasi kesesuaian kegiatan operasional BMT terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN-MUI, serta PAS BMT 002.</li>
<li>Menilai aspek Syariah terhadap pedoman operasional dan produk yang dikeluarkan BMT.</li>
<li>Memberikan opini dari aspek Syariah terhadap pelaksanaan operasional BMT secara keseluruhan dalam laporan publikasi BMT (audit syariah).</li>
<li>Mengkaji produk dan jasa baru yang belum ada fatwa untuk dimintakan fatwa kepada dewan syariah asosiasi untuk diteruskan kepada DSN.</li>
<li>Menyampaikan hasil pengawasan/audit syariah sekurang-kurangnya setiap 6 (enam) bulan kepada Pengurus dan Pengelola dan menjadi opini pada RAT.</li>
</ol>
<p>Atas dasar hal tersebut maka kami menyatakan telah memastikan serta mengawasi kesesuaian operasional dan produk-produk KSPS/BMT&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; dengan fatwa yang dikeluarkan oleh DSN-MUI dan Pedoman Akad Syariah (PAS) BMT 002.</p>
<p>Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan untuk dipergunakan sebagai mestinya.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..,&#8230;..,&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. 20&#8230;..</p>
<p>Materai</p>
<p>Rp. 6.000</p>
<p>___________________________</p>
<p>Tanda Tangan &amp; Nama Jelas</p>
<p><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/sahabat.jpg"><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/61.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1041" title="6" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/61-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>FORMULIR KEANGGOTAAN </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>PERHIMPUNAN BMT INDONESIA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Nama BMT </strong>: ……………………………</p>
<p><strong>Alamat </strong>: ……………………………</p>
<p><strong>Kelurahan/Desa/Kec. </strong>: ……………………………</p>
<p><strong>Kabupaten/Provinsi </strong>: ……………………………</p>
<p><strong>Telp. </strong>: &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p><strong>Fax </strong>: ……………………………</p>
<p><strong>e-mail </strong>: ……………………………</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="477">
<tbody>
<tr>
<td width="35" valign="bottom"><strong>NO</strong></td>
<td colspan="2" width="443" valign="bottom"><strong>DATA LEMBAGA</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom">1</td>
<td width="277" valign="bottom">Akta Pendirian</td>
<td width="165" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom">2</td>
<td width="277" valign="bottom">No Badan Hukum</td>
<td width="165" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom">3</td>
<td width="277" valign="bottom">NPWP</td>
<td width="165" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom">4</td>
<td width="277" valign="bottom">SIUP</td>
<td width="165" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom">5</td>
<td width="277" valign="bottom">TDP</td>
<td width="165" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom">6</td>
<td width="277" valign="bottom">Tanggal Berdiri</td>
<td width="165" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom">7</td>
<td width="277" valign="bottom">Jumlah Pendiri</td>
<td width="165" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom">8</td>
<td width="277" valign="bottom">Jumlah Pengurus</td>
<td width="165" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom">9</td>
<td width="277" valign="bottom">Status Kantor *)</td>
<td width="165" valign="bottom">Milik Sendiri/Sewa/………..</td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom">10</td>
<td width="277" valign="bottom">Kerjasama dengan Bank (Penempatan   Dana)</td>
<td width="165" valign="bottom">a) …………………………</td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom"></td>
<td width="277" valign="bottom"></td>
<td width="165" valign="bottom">b) …………………………</td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom"></td>
<td width="277" valign="bottom"></td>
<td width="165" valign="bottom">c) …………………………</td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom"></td>
<td width="277" valign="bottom"></td>
<td width="165" valign="bottom">d) …………………………</td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom">11</td>
<td width="277" valign="bottom">No. Rekening</td>
<td width="165" valign="bottom">a) …………………………</td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom"></td>
<td width="277" valign="bottom"></td>
<td width="165" valign="bottom">b) …………………………</td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom"></td>
<td width="277" valign="bottom"></td>
<td width="165" valign="bottom">c) …………………………</td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom"></td>
<td width="277" valign="bottom"></td>
<td width="165" valign="bottom">d) …………………………</td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom">12</td>
<td width="277" valign="bottom">Surat Keterangan Domisili Lembaga</td>
<td width="165" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom">13</td>
<td width="277" valign="bottom">Modal Awal Pendirian</td>
<td width="165" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom">14</td>
<td width="277" valign="bottom">Modal Sekarang (Per Desember…….)</td>
<td width="165" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="bottom"></td>
<td width="277" valign="bottom"></td>
<td width="165" valign="bottom"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="445">
<tbody>
<tr>
<td width="115" valign="bottom"></td>
<td width="155" valign="bottom"><strong>DATA PENGURUS</strong></td>
<td width="176" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom"><strong>JABATAN</strong></td>
<td width="155" valign="bottom"><strong>NAMA &amp; ALAMAT</strong></td>
<td width="176" valign="bottom"><strong>KETERANGAN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom">Ketua</td>
<td width="155" valign="bottom"></td>
<td width="176" valign="bottom">a) Tokoh Masyarakat</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom"></td>
<td width="155" valign="bottom"></td>
<td width="176" valign="bottom">b) Guru</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom"></td>
<td width="155" valign="bottom"></td>
<td width="176" valign="bottom">c) Wiraswasta</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom"></td>
<td width="155" valign="bottom"></td>
<td width="176" valign="bottom">d) …………………..</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom">Sekretaris</td>
<td width="155" valign="bottom"></td>
<td width="176" valign="bottom">a) Tokoh Masyarakat</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom"></td>
<td width="155" valign="bottom"></td>
<td width="176" valign="bottom">b) Guru</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom"></td>
<td width="155" valign="bottom"></td>
<td width="176" valign="bottom">c) Wiraswasta</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom"></td>
<td width="155" valign="bottom"></td>
<td width="176" valign="bottom">d) …………………..</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom">Bendahara</td>
<td width="155" valign="bottom"></td>
<td width="176" valign="bottom">a) Tokoh Masyarakat</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom"></td>
<td width="155" valign="bottom"></td>
<td width="176" valign="bottom">b) Guru</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom"></td>
<td width="155" valign="bottom"></td>
<td width="176" valign="bottom">c) Wiraswasta</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom"></td>
<td width="155" valign="bottom"></td>
<td width="176" valign="bottom">d) …………………..</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="414">
<tbody>
<tr>
<td width="125" valign="bottom"></td>
<td width="144" valign="bottom"><strong>DATA   PENGELOLA</strong></td>
<td width="145" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom"><strong>JABATAN</strong></td>
<td width="144" valign="bottom"><strong>NAMA&amp;ALAMAT</strong></td>
<td width="145" valign="bottom"><strong>KETERANGAN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom">Manager Utama</td>
<td width="144" valign="bottom"></td>
<td width="145" valign="bottom">a) Tokoh Masyarakat</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom"></td>
<td width="144" valign="bottom"></td>
<td width="145" valign="bottom">b) PNS</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom"></td>
<td width="144" valign="bottom"></td>
<td width="145" valign="bottom">c) Wiraswasta</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom"></td>
<td width="144" valign="bottom"></td>
<td width="145" valign="bottom">d) …………………..</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom">Manager…………….</td>
<td width="144" valign="bottom"></td>
<td width="145" valign="bottom">a) Tokoh Masyarakat</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom"></td>
<td width="144" valign="bottom"></td>
<td width="145" valign="bottom">b) PNS</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom"></td>
<td width="144" valign="bottom"></td>
<td width="145" valign="bottom">c) Wiraswasta</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom"></td>
<td width="144" valign="bottom"></td>
<td width="145" valign="bottom">d) …………………..</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom">Manager…………….</td>
<td width="144" valign="bottom"></td>
<td width="145" valign="bottom">a) Tokoh Masyarakat</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom"></td>
<td width="144" valign="bottom"></td>
<td width="145" valign="bottom">b) PNS</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom"></td>
<td width="144" valign="bottom"></td>
<td width="145" valign="bottom">c) Wiraswasta</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom"></td>
<td width="144" valign="bottom"></td>
<td width="145" valign="bottom">d) …………………..</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom"><strong> </strong></td>
<td width="144" valign="bottom"></td>
<td width="145" valign="bottom"><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom"><strong>PENDIDIKAN</strong></td>
<td width="144" valign="bottom"><strong>PRIA</strong></td>
<td width="145" valign="bottom"><strong>WANITA</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom">Pasca Sarjana</td>
<td width="144" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
<td width="145" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom">Sarjana</td>
<td width="144" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
<td width="145" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom">Sarjana Muda (DIII)</td>
<td width="144" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
<td width="145" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom">SLTA</td>
<td width="144" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
<td width="145" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom">SLTP</td>
<td width="144" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
<td width="145" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="bottom">SD</td>
<td width="144" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
<td width="145" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="493">
<tbody>
<tr>
<td width="115" valign="bottom"></td>
<td colspan="2" width="210" valign="bottom"><strong>JUMLAH ANGGOTA AKTIF</strong></td>
<td colspan="2" width="168" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" width="445" valign="bottom">Penyimpan/Penabung</td>
<td width="48"></td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom">Pria</td>
<td width="162" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
<td colspan="2" width="168" valign="bottom">Rp. …………………….</td>
<td width="48"></td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom">Wanita</td>
<td width="162" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
<td colspan="2" width="168" valign="bottom">Rp. …………………….</td>
<td width="48"></td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom">Jumlah</td>
<td width="162" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
<td colspan="2" width="168" valign="bottom">Rp. …………………….</td>
<td width="48"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" width="445" valign="bottom">Penerima Pembiayaan</td>
<td width="48"></td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom">Pria</td>
<td width="162" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
<td colspan="2" width="168" valign="bottom">Rp. …………………….</td>
<td width="48"></td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom">Wanita</td>
<td width="162" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
<td colspan="2" width="168" valign="bottom">Rp. …………………….</td>
<td width="48"></td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="bottom">Jumlah</td>
<td width="162" valign="bottom">…………………&#8230;Orang</td>
<td colspan="2" width="168" valign="bottom">Rp. …………………….</td>
<td width="48"></td>
</tr>
<tr height="0">
<td width="115"></td>
<td width="162"></td>
<td width="48"></td>
<td width="120"></td>
<td width="48"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="577">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" width="577" valign="bottom">KERJASAMA DENGAN BANK / LEMBAGA LAIN</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="bottom">NO</td>
<td width="192" valign="bottom">NAMA PROGRAM</td>
<td width="347" valign="bottom">NAMA BANK/INSTANSI</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="bottom"></td>
<td width="192" valign="bottom"></td>
<td width="347" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="bottom"></td>
<td width="192" valign="bottom"></td>
<td width="347" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="bottom"></td>
<td width="192" valign="bottom"></td>
<td width="347" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="bottom"></td>
<td width="192" valign="bottom"></td>
<td width="347" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="bottom"></td>
<td width="192" valign="bottom"></td>
<td width="347" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="bottom"></td>
<td width="192" valign="bottom"></td>
<td width="347" valign="bottom"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="575">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4" width="575" valign="bottom">SEKTOR RIIL YANG DIKELOLA</td>
</tr>
<tr>
<td width="50" valign="bottom">NO</td>
<td width="180" valign="bottom">Nama Usaha</td>
<td width="170" valign="bottom">Jenis Usaha</td>
<td width="175" valign="bottom">Lama Usaha</td>
</tr>
<tr>
<td width="50" valign="bottom"></td>
<td width="180" valign="bottom"></td>
<td width="170" valign="bottom"></td>
<td width="175" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="50" valign="bottom"></td>
<td width="180" valign="bottom"></td>
<td width="170" valign="bottom"></td>
<td width="175" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="50" valign="bottom"></td>
<td width="180" valign="bottom"></td>
<td width="170" valign="bottom"></td>
<td width="175" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="50" valign="bottom"></td>
<td width="180" valign="bottom"></td>
<td width="170" valign="bottom"></td>
<td width="175" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="50" valign="bottom"></td>
<td width="180" valign="bottom"></td>
<td width="170" valign="bottom"></td>
<td width="175" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="50" valign="bottom"></td>
<td width="180" valign="bottom"></td>
<td width="170" valign="bottom"></td>
<td width="175" valign="bottom"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="603">
<tbody>
<tr>
<td colspan="9" width="603" valign="bottom">SEKTOR PEMBIAYAAN</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="3" width="195" valign="bottom">SEKTOR &amp; SPESIFIKASI USAHA</td>
<td colspan="2" width="102" valign="bottom">2008</td>
<td colspan="2" width="102" valign="bottom">2009</td>
<td colspan="2" width="102" valign="bottom">2010</td>
<td colspan="2" width="102" valign="bottom">Per Des 2011</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="102" valign="bottom">PEMBIAYAAN</td>
<td colspan="2" width="102" valign="bottom">PEMBIAYAAN</td>
<td colspan="2" width="102" valign="bottom">PEMBIAYAAN</td>
<td colspan="2" width="102" valign="bottom">PEMBIAYAAN</td>
</tr>
<tr>
<td width="76" valign="bottom">Sektor</td>
<td width="26" valign="bottom">%</td>
<td width="76" valign="bottom">Sektor</td>
<td width="26" valign="bottom">%</td>
<td width="76" valign="bottom">Sektor</td>
<td width="26" valign="bottom">%</td>
<td width="76" valign="bottom">Sektor</td>
<td width="26" valign="bottom">%</td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom">Perdagangan:</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom">a) ……………….</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom">b) ……………….</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom">c) ……………….</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom">d) ……………….</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom">Home Industri</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom">a) ……………….</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom">b) ……………….</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom">c) ……………….</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom">d) ……………….</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195">Pertanian &amp; Peternakan</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom">a) ……………….</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom">b) ……………….</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom">c) ……………….</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom">d) ……………….</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom">Murobahah</td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="195" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="613">
<tbody>
<tr>
<td colspan="5" width="613" valign="bottom">PERKEMBANGAN KINERJA LEMBAGA</td>
</tr>
<tr>
<td width="193" valign="bottom"></td>
<td width="83" valign="bottom">2008</td>
<td width="84" valign="bottom">2009</td>
<td width="96" valign="bottom">2010</td>
<td width="158" valign="bottom">Per Des 2011</td>
</tr>
<tr>
<td width="193" valign="bottom">Total Asset</td>
<td width="83" valign="bottom"></td>
<td width="84" valign="bottom"></td>
<td width="96" valign="bottom"></td>
<td width="158" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="193" valign="bottom">Pembiayaan</td>
<td width="83" valign="bottom"></td>
<td width="84" valign="bottom"></td>
<td width="96" valign="bottom"></td>
<td width="158" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="193" valign="bottom">Simpanan Masy.</td>
<td width="83" valign="bottom"></td>
<td width="84" valign="bottom"></td>
<td width="96" valign="bottom"></td>
<td width="158" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="193">Hutang (Bank/lembaga lain)</td>
<td width="83" valign="bottom"></td>
<td width="84" valign="bottom"></td>
<td width="96" valign="bottom"></td>
<td width="158" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="193" valign="bottom">Modal</td>
<td width="83" valign="bottom"></td>
<td width="84" valign="bottom"></td>
<td width="96" valign="bottom"></td>
<td width="158" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="193" valign="bottom">SHU</td>
<td width="83" valign="bottom"></td>
<td width="84" valign="bottom"></td>
<td width="96" valign="bottom"></td>
<td width="158" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="193" valign="bottom">Anggota</td>
<td width="83" valign="bottom"></td>
<td width="84" valign="bottom"></td>
<td width="96" valign="bottom"></td>
<td width="158" valign="bottom"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="702">
<tbody>
<tr>
<td colspan="11" width="702" valign="bottom">BAGI HASIL YANG DIBERIKAN</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="34">NO</td>
<td rowspan="2" width="138">JENIS DANA</td>
<td width="88">SALDO</td>
<td colspan="2" width="102" valign="bottom">BAGI HASIL</td>
<td width="87" valign="bottom">SALDO</td>
<td colspan="2" width="90" valign="bottom">BAGI HASIL</td>
<td width="70" valign="bottom">SALDO</td>
<td width="66" valign="bottom">BAGI HASIL</td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="88">Okt &#8217;11</td>
<td width="76" valign="bottom">Nominal</td>
<td width="26" valign="bottom">%</td>
<td width="87" valign="bottom">Nov &#8217;11</td>
<td width="63" valign="bottom">Nominal</td>
<td width="26" valign="bottom">%</td>
<td width="70" valign="bottom">Des &#8217;11</td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom">%</td>
</tr>
<tr>
<td width="34">1</td>
<td width="138">Dana Masyarakat:</td>
<td width="88" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="87" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="70" valign="bottom"></td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="bottom"></td>
<td width="138">a. Simpanan/Tabungan Biasa</td>
<td width="88" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="87" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="70" valign="bottom"></td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="bottom"></td>
<td width="138">b. Simpanan/Tabungan Berjangka</td>
<td width="88" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="87" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="70" valign="bottom"></td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="bottom">2</td>
<td width="138" valign="bottom">Pinjaman Bank:</td>
<td width="88" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="87" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="70" valign="bottom"></td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="bottom"></td>
<td width="138" valign="bottom">a. BNI Syariah</td>
<td width="88" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="87" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="70" valign="bottom"></td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="bottom"></td>
<td width="138" valign="bottom">b. BSM</td>
<td width="88" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="87" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="70" valign="bottom"></td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="bottom"></td>
<td width="138" valign="bottom">c. Bank Muamalat</td>
<td width="88" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="87" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="70" valign="bottom"></td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="bottom"></td>
<td width="138" valign="bottom">d. ……………………</td>
<td width="88" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="87" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="70" valign="bottom"></td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="bottom"></td>
<td width="138" valign="bottom">e. ……………………</td>
<td width="88" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="87" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="70" valign="bottom"></td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="bottom">3</td>
<td width="138" valign="bottom">Pinjaman BMT Lain</td>
<td width="88" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="87" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="70" valign="bottom"></td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="bottom">4</td>
<td width="138" valign="bottom">Dana Program</td>
<td width="88" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="87" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="70" valign="bottom"></td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="bottom"></td>
<td width="138" valign="bottom">a. P2KER</td>
<td width="88" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="87" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="70" valign="bottom"></td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="bottom"></td>
<td width="138" valign="bottom">b. PKPS BBM</td>
<td width="88" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="87" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="70" valign="bottom"></td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="bottom"></td>
<td width="138" valign="bottom">c. ……………………</td>
<td width="88" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="87" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="70" valign="bottom"></td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
<tr>
<td width="34" valign="bottom"></td>
<td width="138" valign="bottom"></td>
<td width="88" valign="bottom"></td>
<td width="76" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="87" valign="bottom"></td>
<td width="63" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
<td width="70" valign="bottom"></td>
<td width="66" valign="bottom"></td>
<td width="26" valign="bottom"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Demikian data yang kami sampaikan adalah benar adanya.</p>
<p>……………,…………..201…..</p>
<p>BMT…………………………</p>
<p>……………………………….</p>
<p>NB: Mohon untuk menyertakan laporan keuangan (Neraca &amp; Laba/Rugi) per Des 2011 dan 3 bulan terakhir dengan form isian ini.</p>
<p><em><strong>Sumber; Sekretaris Eksekutif </strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?feed=rss2&amp;p=1029</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BMT SUMMIT 2011 Goes to International</title>
		<link>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1014</link>
		<comments>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1014#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 09:37:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1014</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Awalil Rizky (Ketua II Perhimpunan BMT Indonesia dan Chief Economist PT. Permodalan BMT Ventura) Pendahuluan Perhimpunan BMT (PBMT) Indonesia selama tiga tahun terakhir telah menyelenggarakan pertemuan tahunan yang disebut BMT Summit. Forum silaturahmi para pengurus dan manajer puncak berbagai BMT itu dirancang secara berbeda setiap tahunnya, disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan terkini gerakan BMT. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1016" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/PB200021.jpg"><img class="size-medium wp-image-1016" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/PB200021-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana forum di Cibubur</p></div>
<p>Oleh: Awalil Rizky</p>
<p>(Ketua II Perhimpunan BMT Indonesia dan Chief Economist PT. Permodalan BMT Ventura)</p>
<p>Pendahuluan</p>
<p>Perhimpunan BMT (PBMT) Indonesia selama tiga tahun terakhir telah menyelenggarakan pertemuan tahunan yang disebut BMT Summit. Forum silaturahmi para pengurus dan manajer puncak berbagai BMT itu dirancang secara berbeda setiap tahunnya, disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan terkini gerakan BMT. Pada tahun 2010 dikemas sebagai “BMT SUMMIT dan TOP MANAGEMENT BMT WORKSHOP” di hotel Bidakara Jakarta, dimana banyak nara sumber yang dihadirkan, serta publikasi ke media masa cukup gencar dilakukan. BMT Summit 2010 diyakini telah semakin memperkuat konsolidasi antar BMT, mempertegas jati diri, memperkaya wawasan para top manajer, serta memperluas komunikasi kepada pihak lain.</p>
<p>BMT Summit 2011 dirancang sebagai lanjutan dari pertemuan tahunan sebelumnya serta disinergiskan dengan berbagai kegiatan dan tahap konsolidasi yang sudah dilakukan jaringan PBMT Indonesia. Secara internal, penekanan diberikan pada dua hal. <strong><em>Pertama</em></strong>, peningkatan kualitas sumber daya insani, yang dalam hal manajer puncak atau pengurus adalah pematangan visi. <strong><em>Kedua</em></strong>, peningkatan standarisasi operasional di lingkungan PBMT Indonesia. Sedangkan secara eksternal adalah peningkatan sosialisasi kepada para pihak tertuju yang menegaskan posisioning BMT dalam perekonomian nasional.</p>
<p>Rangkaian acara BMT Summit 2011 dimulai dengan forum pembukaan internal pada pukul 14.00 hari Ahad 20 Nopember 2011 di gedung Dewantoro, taman rekreasi Wiladatika, bumi perkemahan Cibubur, Jakarta. Forum diikuti oleh sekitar 180 orang dari 102 BMT berbagai wilayah di Indonesia. Acara dibuka dan diberi sambutan tunggal oleh Joelarso selaku ketua umum PBMT Indonesia.</p>
<p>Setelah diselingi dengan upacara pelantikan Kordinator Wilayah dan beberapa Koordinator Daerah se Jawa Barat, acara dilanjutkan dengan pengarahan oleh Ketua Majelis Wali Amanah PBMT Indonesia, Ery Sudewo. Beliau menekankan pemeliharaan dan pembinaan karakter BMT yang sudah mulai terbentuk itu sebagai hal paling penting bagi pengembangan BMT selanjutnya.</p>
<p>Pada malam hari, DPP PBMT Indonesia menyampaikan laporan perkembangan program kerja setahun berjalan, analisis kondisi umum gerakan BMT, serta rencana kerja tahun mendatang. Meski tidak bersifat pertanggungjawaban, yang akan dilakukan di Musyawarah Nasional, DPP merasa perlu mensosialisasikan apa yang sudah dan apa lagi yang akan dilakukan agar mendapat dukungan semakin kuat dari seluruh anggota. Salah satu hal baru yang dibahas cukup mendalam adalah rencana kerja BMT Institute yang pada tahun 2012 akan banyak menyelenggarakan diklat sekaligus program sertifikasi bagi para manajer, yang sudah dimungkinkan dengan legalitas dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).</p>
<p>Pembukaan yang bersifat seremoni dengan menghadirkan tamu undangan dilakukan pada hari Senin, 21 Nopember 2011 di gedung Sarbini, Wiladatika, Cibubur. Selain 180 peserta, ada sekitar 40 tamu undangan yang mengikuti acara ini. Sambutan disampaikan oleh Awalil Rizky selaku ketua panitia pengarah dan Pariaman Sinaga, deputy pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM. Sebelum membuka acara secara resmi, Dr. Pariaman Sinaga yang mewakili Menteri menyambut antusias komitmen PBMT Indonesia terhadap gerakan koperasi dan percaya bahwa BMT bisa menjadi salah satu soko guru perekonomian Indonesia.</p>
<div id="attachment_1017" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/PB210085.jpg"><img class="size-medium wp-image-1017" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/PB210085-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Prasasti Deklarasi Haluan BMT 2020</p></div>
<p>Acara puncak dari BMT Summit 2011 ini adalah deklarasi Haluan BMT 2020. Haluan BMT 2020 dirancang sebagai rekomendasi kebijakan (<em>policy recommendation</em>)<em> </em>bagi BMT-BMT dan PBMT Indonesia dalam menghadapi segala perubahan yang terjadi di masa mendatang, sekaligus menjadi arah kebijakan (<em>policy direction</em>)<em> </em>yang harus ditempuh dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan. Isinya menyangkut hampir semua aspek utama yang berhubungan dengan operasional BMT seperti misalnya kelembagaan, struktur, pengawasan, pengaturan dan lembaga penunjang lainnya. Walaupun bersifat <em>policy direction, </em>Haluan itu juga memuat tahapan-tahapan dan langkah-langkah kegiatan atau Rencana Aksi (<em>action plans</em>) yang merupakan inisiasi-insiasi kongkrit mengenai implementasinya.</p>
<p>Dengan adanya Haluan, diharapkan para pejuang BMT bersama-sama dengan <em>stakeholders </em>lainnya akan mengetahui bagaimana bentuk dan wujud BMT dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan. Mereka semua akan lebih mudah untuk melakukan perencanaan masing-masing dan saling mendukung satu dengan lainnya.</p>
<p>Secara formal organisatoris, Haluan BMT 2020 telah ditetapkan setahun lalu pada forum Musyawarah Nasional, yang merekomendasikan penulisan redaksional kepada suatu tim, setelah diputuskan tambahan beberapa poin dari draft dasar yang dibahas. Pada BMT Summit 2011 ini, naskah yang sudah selesai ditulis, dibagikan dan disosialisasikan, kemudian dideklarasikan kepada publik. Deklarasi ditandai dengan penandatanganan lembar besar oleh semua yang hadir. Lembar itu diharapkan menjadi bukti otentik kebulatan tekad untuk mewujudkan Visi Haluan BMT 2020, yaitu: <strong>“BMT sebagai soko guru perekonomian Indonesia yang bercirikan masyarakat produktif, sejahtera dan diberkahi</strong><strong> Allah SWT</strong><strong>”</strong>.</p>
<p>Acara deklarasi diisi pula oleh orasi beberapa tokoh yang kemudian ikut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan. Yang berorasi sesuai dengan tema keahlian masing-masing yang dikaitkan dengan tantangan serta peluang BMT sampai dengan tahun 2020 adalah: Dr. Hendri Saparini, Dr. Burhanuddin Abdullah, Dr. Sofyan Djalil, dan Parni Hadi. Para tokoh lain yang turut membubuhkan tanda tangan adalah: Erie Sudewo, Aries Mufti, Dr. Akhyar Adnan, dan Dr. Adiwarman Karim.</p>
<p>Bang Adiwarman Karim biasa di panggil, kemudian memberi ceramah disertai tanya jawab tersendiri selama hampir 2 jam. Beliau memberi semangat disertai penjelasan ilmiah mengenai peluang besar keuangan syariah pada umumnya dan BMT pada khususnya saat ini dan tahun-tahun mendatang. Kedekatannya dengan para pejuang BMT yang sudah terbina selama lebih dari 5 tahun, membuat ceramah beliau mengalir dan langsung mengena disanubari hadirin.</p>
<p>Acara selanjutnya adalah diskusi antar peserta sekaligus kesempatan untuk memberi masukan kepada DPP PBMT Indonesia. Suasana forum ternyata berkembang lebih kepada ungkapan komitmen kepada pelaksanaan haluan BMT 2020, serta penyampaian harapan dan imbauan kepada semua stake holder. Ada nuansa optimis yang terbangun, meski disadari pula bahwa yang ingin dicapai adalah suatu cita-cita besar yang akan memerlukan kerja amat keras, semangat berjuang yang tinggi dan konsistensi para pejuang BMT kini dan di masa mendatang.</p>
<p>Pagi-pagi sekali dari Wiladatika Cibubur, rombongan BMT Summit 2011 bertolak ke bandara Soekarno Hatta untuk penerbangan ke Kuala Lumpur, Malaysia. Sebanyak 134 orang (sebagian peserta hanya mengikuti rangkaian acara di Jakarta) akhirnya tiba di bandara Kuala Lumpur sekitar jam 12, langsung ke hotel Regency, tempat menginap. Sore harinya sempat ada acara tour ke Twin Tower dan melakukan beberapa sesi foto bersama.</p>
<div id="attachment_1019" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/PB220147.jpg"><img class="size-medium wp-image-1019" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/PB220147-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Sambutan Bapak. Mulya Wirana (kuasa ad interim Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Malaysia)</p></div>
<p>Acara utama yang pertama di Kuala Lumpur adalah makan malam bersama masyarakat Indonesia dan Duta Besar di kedubes RI di Malaysia. Makan malam dimulai dengan seremoni yang bersifat resmi, dimana pjs Duta Besar memberi sambutan disambung dengan penjelasan singkat tentang BMT dan PBMT Indonesia oleh Joelarso, disertai beberapa Tanya jawab. Pembicaraan yang lebih ramah dan akrab berlangsung di banyak meja makan. Salah satu yang diharapkan oleh Dubes dan beberapa orang tamu undangan yang hadir adalah keterlibatan BMT dalam membantu para TKI di Malaysia.</p>
<div id="attachment_1026" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/PB230177.jpg"><img class="size-medium wp-image-1026" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/PB230177-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Peserta BMT Summit Photo bersama di depan kampus International Islamic University Malaysia</p></div>
<p>Keesokan harinya, acara utama adalah kunjungan ke International Islamic University Malaysia (IIUM) dan ke Perdana Leadership Foundation. Di kampus IIUM, rombongan BMT diterima dan disambut dalam acara resmi di ruang senat oleh wakil rektor, Profesor Abdul Azis, Sedangkan sambutan dari pihak BMT disampaikan oleh Saat Suharto yang memberi penjelasan singkat tentang BMT. Pihak IIUM menyajikan film documenter tentang kampus, dilanjutkan dengan ceramah tentang perkembangan keuangan Islam di Malaysia oleh Prof. Abdurahim Abdurrahman. Setelah itu, rombongan diajak keliling kampus dan diberi jamuan makan siang. Sedangkan di Perdana Leadership Foundation, setelah diterima secara resmi, rombongan BMT disajikan film documenter dilanjutkan dengan melihat-lihat berbagai koleksi, khususnya perpustakaan.</p>
<div id="attachment_1020" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/PB230184.jpg"><img class="size-medium wp-image-1020  " title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/PB230184-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Keluarga Besar Perhimpunan BMT Indonesia diterima oleh Pihak Kampus International Islamic University Malaysia</p></div>
<p>Acara utama keempat di Kuala Lumpur adalah studi banding ke Pusat Pengumpul Zakat (PPZ), dalam rangka pengembangan fungsi dan kelembagaan Maal di BMT. Sayangnya karena ada kendala teknis penerbangan yang terbagi dua, dengan pengunduran jadwal menjadi Kamis pagi, maka sebagian anggota rombongan harus pulang lebih dahulu, tak bisa mengikuti sesi ini. Namun sebagian besarnya bisa menyimak hingga akhir, penjelasan petinggi PPZ tentang berbagai hal terkait pengelolaan mereka. Sedangkan dari pihak BMT diwakili oleh Erie Sudewo.</p>
<p>Pada Kamis sore, seluruh rombongan tiba dengan selamat di bandara Soekarno Hatta, dimana sebagian besar peserta memiliki penerbangan lanjutan ke daerah masing-masing, atau dilanjutkan perjalanan darat. Meski tampak lelah ikut rangkaian acara 5 hari, api semangat mengembangkan gerakan BMT diyakini semakin berkobar di dada mereka. Insya Allah visi BMT 2020 akan terwujud, amien.</p>
<p>Sumber:  <em>Alil Gibran</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?feed=rss2&amp;p=1014</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PROPOSAL BMT SUMMIT 2011</title>
		<link>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1006</link>
		<comments>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1006#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 13:37:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Database]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1006</guid>
		<description><![CDATA[I. DASAR PEMIKIRAN Era perjuangan rintisan berdiri dan beroperasinya  Baitul Mal wa Tamwil (BMT) sejak tahun 1980-an berlangsung sekitar lima belas tahun. Era pertumbuhan yang luar biasa kemudian terjadi pada pertengahan tahun 1990-an. Sejak kurun itu, fenomenanya bisa disebut sebagai gerakan BMT, karena berskala nasional dan cukup masif. Kini, jutaan orang bisa dilayani oleh ribuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/bmtsummit-INOVASI.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1007" title="bmtsummit-INOVASI" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/bmtsummit-INOVASI-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p><strong>I. </strong><strong>DASAR PEMIKIRAN</strong></p>
<p>Era perjuangan rintisan berdiri dan beroperasinya  <em>Baitul Mal wa Tamwil</em> (BMT) sejak tahun 1980-an berlangsung sekitar lima belas tahun. Era pertumbuhan yang luar biasa kemudian terjadi pada pertengahan tahun 1990-an. Sejak kurun itu, fenomenanya bisa disebut sebagai gerakan BMT, karena berskala nasional dan cukup masif.</p>
<p>Kini, jutaan orang bisa dilayani oleh ribuan BMT dengan jaringan kantor dan jejaring usahanya. Puluhan ribu pegiatnya secara langsung bisa “hidup”, bekerja sekaligus berjuang, dalam gerakan BMT. Ratusan ribu usaha produktif, sebagian besar berukuran mikro (sangat kecil), dapat dibantu untuk bertumbuh atau sekurangnya mempertahankan diri. Ratusan ribu orang lainnya berhasil ditolong dari keadaan darurat dalam memenuhi kebutuhan hidup yang vital.</p>
<p>Statistik yang akurat tentang BMT memang belum tersedia dan tak sepenuhnya dapat diverifikasi. Pusat Inkubasi Usaha Kecil (Pinbuk) pernah mengemukakan data dan memiliki daftar rinciannya bahwa sampai dengan pertengahan tahun 2006, terdapat sekitar 3200 BMT yang beroperasi di Indonesia. Pinbuk juga membuat perkiraan akan aset total BMT, yang diperhitungkan telah mencapai Rp 1,5 trilyun pada tahun 2005 dan Rp 2 triliun pada tahun 2006. Anggota dan calon anggota yang dilayani pada dianggap sekitar 3 juta orang.</p>
<p>Berdasar data Perhimpunan BMT Indonesia, dilengkapi pencermatan atas data Pinbuk, data kementerian koperasi, maka diperkirakan ada sekitar 3.900 BMT yang operasional sampai dengan akhir tahun 2010. Sebagian BMT yang sebelumnya ada dalam daftar Pinbuk memang tidak aktif lagi, namun banyak pula yang baru bermunculan. Total aset yang dikelola mencapai nilai Rp 5 trilyun, nasabah yang dilayani sekitar 3,5 juta orang, dan jumlah pekerja yang mengelola sekitar 60.000 orang.</p>
<p>Dengan demikian, BMT secara faktual berkembang menjadi salah satu lembaga keuangan mikro (LKM) yang penting di Indonesia, baik dilihat dari kinerja keuangan maupun jumlah masyarakat yang bisa dilayaninya. Segala kelebihan yang biasa dimiliki oleh LKM pun menjadi karakter BMT. Salah satunya, sebagaimana banyak diketahui, LKM lebih tahan terhadap goncangan perekonomian akibat faktor eksternal Indonesia, sebagaimana yang dibuktikan pada era krisis ekonomi 1997/98.</p>
<p>Dinamika BMT memberi kontribusi cukup besar pula bagi meningkatnya kepercayaan masyarakat pada nilai-nilai luhur. Baik yang berasal dari Islam secara syariah, maupun dari yang memang secara fitri merupakan bawaan manusia. Gairah untuk saling tolong menolong, memberi dan menerima, tanpa disertai rasa keangkuhan maupun rasa rendah diri, mulai berhasil ditegakkan kembali. Kepercayaan diri sebagai manusia bermartabat, serta kepercayaan kepada orang lain juga sebagai manusia yang bermartabat, ditambah dengan rasa optimis menghadapi persoalan ekonomi, perlahan-lahan berhasil ditumbuhkan.</p>
<p>Perhimpunan BMT (PBMT) Indonesia telah menegaskan bahwa jati diri BMT adalah lembaga dakwah. Secara historis, pendirian dan perkembangan gerakan BMT selalu berkaitan dengan nilai-nilai Islam dan respon atas kondisi umat Islam. Para pegiat pun berupaya mengedepankan berbagai identitas keislaman dalam operasionalisasinya, termasuk dalam proses dan kinerja sebagai badan usaha yang melaksanakan prinsip-prinsip syariah. Secara penamaan, lembaga beserta produk-produknya, mengesankan citra Islami. Konsekwensi logis dari semua itu, BMT harus bertanggungjawab untuk <em>istiqamah</em> terhadap jati diri yang demikian. Tidak saja kepada <em>stakeholder</em> yang bersifat sosiologis, melainkan juga bertanggung jawab kepada Allah <em>Subhanahu wa ta’ala</em>.</p>
<p>Jati diri itu diimplementasikan ke dalam beberapa ciri pokok atau identitas utama dari BMT. <em>Pertama</em>, sebagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang menjadi motor penggerak sektor usaha mikro dan usaha kecil (UMK). Dengan fokus penyaluran kepada sektor UMK yang merupakan tumpuan hidup dari mayoritas rakyat Indonesia, maka diharapkan produktifitas masyarakat secara keseluruhan menjadi meningkat. <em>Kedua</em>, ciri pokok yang terkait fungsi Mal dalam aktivitas BMT. Fungsi Mal adalah sebagai salah satu alat pemberdayaan kaum miskin dengan skema-skema tertentu yang tak berdasar perhitungan bisnis atau keuangan. <em>Ketiga,</em> sebagai lembaga keuangan syariah, yang sepenuhnya tunduk kepada prinsip-prinsip dan aturan main syari’ah.</p>
<p>Akan tetapi, PBMT Indonesia menyadari bahwa perkembangan yang terbilang pesat itu belum optimal jika dilihat dari potensi yang jauh lebih besar. Ada banyak kendala dan tantangan dalam operasional, serta masih belum ada dukungan penuh dari beberapa pihak yang sebetulnya dibutuhkan. Tantangan internal terpenting diantaranya adalah: soal kepatuhan syariah (<em>syariah compliance</em>), soal mempertahankan idealisme gerakan, soal profesionalisme pengelolaan, soal pengembangan sumber daya insani, dan soal kerjasama antar BMT. Sementara itu, tantangan eksternal yang utama adalah: dinamika makroekonomi, masalah kemiskinan yang masih menghantui perekonomian Indonesia, dinamika sektor keuangan yang belum menempatkan keuangan mikro sebagai pilar utama, serta masalah legalitas dan regulasi untuk BMT.</p>
<p>PBMT Indonesia mendukung perlunya aturan main yang lebih jelas dan rinci terkait operasional keuangan mikro. Disadari bahwa kepastian hukum akan menguntungkan semua pihak, terutama rakyat kecil. LKM dibutuhkan antara lain karena fleksibilitasnya, kemudahan dan kecepatan pelayanan, maka regulasi diperlukan LKM agar dapat memberikan pelayanannya secara <em>sustain </em>(berkelanjutan). Undang-undang perbankan yang memungkinkan perbankan melayani usaha mikro, dalam kenyataannya masih belum mampu memberikan pelayanan sebagaimana yang diinginkan oleh usaha mikro dan masyarakat berpenghasilan rendah.</p>
<p>Sementara itu pula, PBMT Indonesia berkeinginan kuat untuk mengikuti dan mematuhi ketentuan syariah. Sekalipun menghadapi masalah yang cukup kompleks, upaya tersebut telah ditunjukkan dengan sangat jelas. Berbagai produk BMT dalam tahun-tahun belakangan merujuk kepada pedoman bagi perbankan syariah pada khususnya, serta fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) pada umumnya. Akad-akad yang dipergunakan sebagai pendukung produk tersebut terlihat lebih baku dengan rujukan yang cukup jelas. Mayoritas BMT memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) atau yang bertugas serupa itu, dan cukup dilibatkan dalam operasional. Belakangan, PBMT Indonesia meneruskan usaha yang telah dirintis oleh berbagai pihak dari internal BMT sendiri, namun tetap mengikuti fatwa DSN-MUI serta mengadaptasi akad perbankan syariah. Dikenallah Pedoman Akad Syariah (PAS) BMT 001 yang ditetapkan pada tahun 2005, kemudian PAS BMT 002 pada tahun 2007, dan PAS BMT 003 pada tahun 2011. Tujuannya adalah agar seluruh produk dan transaksi keuangan mikro syariah BMT benar-benar dilakukan sesuai kaidah syariah secara utuh. Selain itu, pentingnya pembuatan akad bagi BMT karena lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) tersebut tidak dapat disamakan dengan lembaga keuangan syariah (LKS) lainnya seperti bank dan asuransi syariah. BMT memiliki penerapan akad berbeda dalam sejumlah produknya dibandingkan LKS lain.</p>
<p>Musyawarah Nasional PBMT Indonesia April 2010 juga telah menetapkan suatu cetak biru yang dinamakan <strong><em>“Haluan BMT 2020”</em></strong> dengan tujuan mengidentifikasi tantangan utama yang akan dihadapi oleh gerakan BMT pada sepuluh tahun mendatang. Haluan memuat penjelasan tentang jati diri BMT, semacam identitas dan citra diri yang melandasi operasi BMT serta menginspirasi para pegiatnya. Haluan juga mengetengahkan sekumpulan inisiatif strategis dengan prioritas yang jelas, sehingga para <em>stakeholder </em>dalam kegiatan pengembangan usaha BMT dapat memiliki pedoman untuk menyelaraskan aktivitasnya.</p>
<p>PBMT Indonesia selama dua tahun terakhir menyelenggarakan pula pertemuan tahunan yang disebut BMT Summit, yang pada tahun lalu dikemas sebagai “BMT SUMMIT dan TOP MANAGEMENT BMT WORKSHOP” pada tanggal 22-24 Oktober 2010 di hotel Bidakara Jakarta. Acara yang dihadiri oleh sekitar 150 manajer puncak dan pengurus BMT dari berbagai wilayah di Indonesia tersebut diyakini telah berhasil memperkuat konsolidasi antar BMT, mempertegas jati diri, memperkaya wawasan para top manajer, serta memperluas komunikasi kepada pihak lain.</p>
<p>BMT Summit 2011 dirancang sebagai lanjutan dari pertemuan tahunan sebelumnya serta disinergiskan dengan berbagai kegiatan dan tahap konsolidasi yang sudah dilakukan jaringan PBMT Indonesia. Secara internal, penekanan diberikan pada dua hal. <strong><em>Pertama</em></strong>, peningkatan kualitas sumber daya insani, yang dalam hal manajer puncak atau pengurus adalah pematangan visi. <strong><em>Kedua</em></strong>, peningkatan standarisasi operasional di lingkungan PBMT Indonesia. Sedangkan secara eksternal adalah peningkatan publikasi dan sosialisasi yang menegaskan posisioning BMT dalam perekonomian nasional.</p>
<p>Acara yang akan diikuti oleh sekitar 150 manajer puncak BMT dari berbagai wilayah di Indonesia itu terdiri dari dua bagian. Pertama, berupa forum musyawarah (<em>summit</em>) yang melanjutkan pembahasan beberapa tema utama yang telah diputuskan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, disertai evaluasi perkembangan mutakhir dari gerakan BMT. Kedua, berupa forum komunikasi para manajer puncak dan pengurus BMT dengan pihak luar yang dianggap penting dan relevan. Pada bagian kedua diharapkan terjadi komunikasi yang optimal dengan para narasumber secara timbal balik sehingga berfungsi pula sebagai media publikasi gerakan BMT ke pihak lainnya.</p>
<p>Atas dasar pemikiran di atas, BMT Summit 2011 menilai amat perlu memfasilitasi para manajer puncak dan pengurus BMT untuk berkomunikasi secara langsung dengan dua tokoh besar, negarawan dari dua Negara yang diakui sangat visioner  Yaitu, <strong><em>Bapak Drs.H.M. Jusuf Kalla</em></strong><strong> </strong>dan <strong><em>Bapak Dr. Mahathir Muhammad</em></strong>. Dari beliau berdua diharapkan para pegiat BMT mempertajam visi nya dalam membangun masa depan.</p>
<p>Secara teknis, BMT Summit 2011 akan diselenggarakan di Jakarta dan Kuala Lumpur. Pada hari pertama dan kedua diselenggarakan di Jakarta, dimana sebagian besar acara adalah bersifat rapat internal dan forum dengan beberapa nara sumber. Hari ketiga dan keempat diselenggarakan di Kuala Lumpur, dimana sebagian besar acara adalah silaturahmi dan komunikasi dengan beberapa pihak luar.</p>
<p><strong>II. </strong><strong>NAMA KEGIATAN </strong></p>
<p><strong><em>“BMT SUMMIT 2011”</em></strong></p>
<p><strong>III. </strong><strong>TEMA</strong></p>
<p><strong><em>“Mempertegas posisi BMT dalam dinamika perekonomian nasional kini dan mendatang”</em></strong></p>
<p><strong>IV. </strong><strong>TUJUAN</strong></p>
<ol>
<li>Mengkonsolidasikan      langkah dan kebijakan BMT-BMT</li>
<li>Mempertajam visi para manajer puncak dan      pengurus BMT</li>
<li>Memperkuat <em>positioning</em> BMT dalam perekonomian Indonesia</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>V. </strong><strong>TARGET</strong></li>
</ol>
<ol>
<li>Diikuti oleh 150      jajaran manajer puncak dan pengurus BMT  berbagai wilayah Indonesia</li>
<li>Para peserta mampu menjelaskan Visi BMT 2020</li>
<li>Para peserta memahami dan mampu menjelaskan <em>positioning</em> BMT dalam perekonomian      Indonesia</li>
<li>Para peserta memahami tantangan perkembangan      BMT dalam kurun waktu sepuluh tahun mendatang</li>
<li>Para peserta terinspirasi untuk pengembangan      BMT masing-masing</li>
<li>Ada kesepakatan dan rekomendasi mengenai      langkah strategis bagi gerakan BMT setahun ke depan</li>
<li>Ada publikasi luas mengenai BMT Summit 2011</li>
</ol>
<p><strong>VI. </strong><strong>BENTUK </strong></p>
<ol>
<li>Musyawarah</li>
<li>Ceramah nara sumber</li>
<li>Diskusi</li>
<li>Kunjungan/Silaturahmi</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>VII. </strong><strong>WAKTU </strong></li>
</ol>
<p>Ahad, 20 Nopember 2011 s/d Kamis, 24 Nopember 2011</p>
<p><strong>VIII. </strong><strong>TEMPAT</strong></p>
<p>Jakarta dan Kuala Lumpur</p>
<p><strong>IX. </strong><strong>PANITIA</strong></p>
<ol>
<li>Panitia Pengarah</li>
</ol>
<p>ü  Ketua      :           Awalil Rizky</p>
<p>ü  Anggota :             a) Jularso                                             d) Mursida Rambe</p>
<p>b) Saat Suharto                                 e) Muhammad Ridwan</p>
<p>c) Asep Sudrajat</p>
<ol>
<li>Panitia Pelaksana</li>
</ol>
<p>ü  Ketua     :              Ahmad Tarkalil</p>
<p>ü  Anggota:    a)      Ida Farida                                            d) Chozin Amirullah</p>
<p>b)          Desiyana Riana Yulia                      e) Niam Masykuri</p>
<p>c)          Media Arief Rizqie</p>
<p><strong>X. </strong><strong>ANGGARAN</strong></p>
<p>Terlampir</p>
<p><strong>XI. </strong><strong>AGENDA</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="123" valign="top"><strong>Minggu 20 Nop</strong></td>
<td width="502" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">13.00 – 14.00</td>
<td width="502" valign="top">Registrasi dan Check in</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">14.00 – 14.30</td>
<td width="502" valign="top">Cofee Break</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">14.30 – 15.00</td>
<td width="502" valign="top">Acara Pembukaan internal</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">15.00 – 16.00</td>
<td width="502" valign="top">Pengarahan DPP Perhimpunan BMT Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">16.00 – 17.30</td>
<td width="502" valign="top">Ceramah <em>bapak Erie Sudewo</em> tentang karakter bulding</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">17.30 – 19.30</td>
<td width="502" valign="top">ISHOMA</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">19.30 – 21.30</td>
<td width="502" valign="top">Laporan Kegiatan DPP dan Rencana Kerja 2012</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">21.30 – 22.30</td>
<td width="502" valign="top">Laporan PBMT Ventura</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top"><strong>Senin 21 Nop</strong></td>
<td width="502" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">06.30 – 07.30</td>
<td width="502" valign="top">Makan Pagi</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">07.30 – 08.30</td>
<td width="502" valign="top">Penjelasan tentang Haluan BMT</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">07.30 – 09.30</td>
<td width="502" valign="top">Penjelasan tentang BMT Institute dan sertifikasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">09.30 – 10.00</td>
<td width="502" valign="top">Coffee break</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">09.45 – 10.30</td>
<td width="502" valign="top">Seremoni Pembukaan (dengan undangan)</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">10.30 – 12.30</td>
<td width="502" valign="top">Ceramah Bapak <strong><em>Drs.H.M. Jusuf Kalla</em></strong> (Mantan Wakil   Presdien RI)</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">12.30 – 14.00</td>
<td width="502" valign="top">Makan Siang</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">14.00 – 15.30</td>
<td width="502" valign="top">Ceramah bapak <em>Parni Hadi</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">15.30 – 17.00</td>
<td width="502" valign="top">Ceramah bapak <em>Ir. Adiwarman   Karim SE,MBA,MSc</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">17.15 – 19.30</td>
<td width="502" valign="top">ISHOMA</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">19.30 -  21.30</td>
<td width="502" valign="top">Ceramah bapak  <em>Dr. M. Syafi’I Antonio</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">21.30 – 22.00</td>
<td width="502" valign="top">Pengarahan tentang Perjalanan ke Kuala Lumpur</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top"><strong>Selasa 22 Nop</strong></td>
<td width="502" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">05.00 – 05.30</td>
<td width="502" valign="top">Makan Pagi dan Check   out</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">05.30 – 07.30</td>
<td width="502" valign="top">Perjalanan ke Bandara   Soetta</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">07.30 – 09.00</td>
<td width="502" valign="top">Check in Bandara dan   waiting flight</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">09.00 – 12.00</td>
<td width="502" valign="top">Flight ke Kuala Lumpur</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">12.00 – 13.00</td>
<td width="502" valign="top">Perjalanan ke Hotel</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">13.00 – 14.30</td>
<td width="502" valign="top">Makan siang dan Check in   Hotel</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">14.30 – 15.00</td>
<td width="502" valign="top">Perjalanan ke kantor PPZ</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">15.00 – 17.00</td>
<td width="502" valign="top"><em>Silaturahmi dengan Manajemen PPZ</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">17.00 – 17.30</td>
<td width="502" valign="top">Perjalanan ke Hotel</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">17.30 – 19.30</td>
<td width="502" valign="top">ISHOMA</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">19.30 – 20.00</td>
<td width="502" valign="top">Perjalanan ke Kedubes RI</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">20.00 – 22.00</td>
<td width="502" valign="top">Makan malam dgn masyarakat   Indonesia/Dubes RI</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">22.00 – 22.30</td>
<td width="502" valign="top">Perjalanan ke Hotel</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top"><strong>Rabu 23 Nop</strong></td>
<td width="502" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">07.00 – 08.00</td>
<td width="502" valign="top">Makan Pagi</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">08.00 – 12.00</td>
<td width="502" valign="top">Tour Kota dan ke kampus   Universitas Kebangsaan</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">12.00 – 13.00</td>
<td width="502" valign="top">ISHOMA</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">13.00 – 14.00</td>
<td width="502" valign="top">Perjalanan ke pertemuan   dengan Dr. Mahathir Mohammad</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">14.00 – 16.00</td>
<td width="502" valign="top">Ceramah <strong><em>Bapak Dr. </em></strong><strong><em>Mahathir Mo</em></strong><strong><em>hammad</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">16.00 – 22.00</td>
<td width="502" valign="top">Tour Kota</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">22.00 – 22.30</td>
<td width="502" valign="top">Perjalanan ke Hotel</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top"><strong>Kamis 24 Nop</strong></td>
<td width="502" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">07.00 – 08.00</td>
<td width="502" valign="top">Makan Pagi dan Check out</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">08.00 – 12.00</td>
<td width="502" valign="top">Tour Kota</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">12.00 – 13.00</td>
<td width="502" valign="top">Makan siang dan perjalanan   ke Bandara</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">13.00 – 14.30</td>
<td width="502" valign="top">Check in dan waiting   flight</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top">14.30 – 15.30</td>
<td width="502" valign="top">Flight to   Jakarta/Solo/Bandung</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>ANGGARAN BMT SUMMIT 2011</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="43" valign="top"><strong>NO</strong></td>
<td width="336" valign="top"><strong>URAIAN</strong></td>
<td width="132" valign="top"><strong>SATUAN (Rupiah)</strong></td>
<td width="127" valign="top"><strong>JUMLAH (Rupiah)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">1</td>
<td width="336" valign="top">SOSIALISASI DAN PUBLIKASI</p>
<ul>
<li>Sosialisasi melalui fax dan surat</li>
<li>Sosialisasi melalui email, website,   facebook</li>
<li>Sosialisasi melalui media cetak</li>
<li>Sosialisasi melalui pers release</li>
</ul>
</td>
<td width="132" valign="top">2.500.000</p>
<p>-</p>
<p>25.000.000</p>
<p>5.000.000</td>
<td width="127" valign="top">27.500.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">2</td>
<td width="336" valign="top">PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA</p>
<ul>
<li>Cetak Undangan dan Proposal</li>
<li>Pengiriman Undangan dan Proposal</li>
<li>Alat tulis kantor</li>
<li>Biaya komunikasi (telpon, voucher pulsa)</li>
<li>Tas dan tools Kits Peserta</li>
<li>Penggandaan Bahan Rapat dan diskusi</li>
<li>Kaos Peserta</li>
<li>Plakat/vandel</li>
<li>Backdrop, stage dan Desain</li>
<li>Dokumentasi (Foto dan Video)</li>
<li>Laporan Pelaksanaan dan Penggandaannya</li>
</ul>
</td>
<td width="132" valign="top">3.000.000</p>
<p>2.500.000</p>
<p>500.000</p>
<p>1.500.000</p>
<p>15.000.000</p>
<p>1.500.000</p>
<p>15.000.000</p>
<p>6.000.000</p>
<p>7.500.000</p>
<p>5.000.000</p>
<p>2.500.000</td>
<td width="127" valign="top">60.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">3</td>
<td width="336" valign="top">BIAYA PERSONALIA</p>
<ul>
<li>Organizer</li>
<li>Nara Sumber</li>
<li>Undangan khusus (wartawan)</li>
</ul>
</td>
<td width="132" valign="top">25.000.000</p>
<p>20.000.000</p>
<p>15.000.000</td>
<td width="127" valign="top">50.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">4</td>
<td width="336" valign="top">AKOMODASI, KONSUMSI &amp; TRANSPORTASI   JAKARTA</p>
<ul>
<li>Transportasi local</li>
<li>Akomodasi di Jakarta</li>
<li>Konsumsi di Jakarta</li>
</ul>
</td>
<td width="132" valign="top">15.000.000</p>
<p>60.000.000</p>
<p>30.000.000</td>
<td width="127" valign="top">105.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">5</td>
<td width="336" valign="top">TRANSPORTASI JAKARTA – KUALA LUMPUR</p>
<ul>
<li>Tiket dan airportax pulang-pergi</li>
</ul>
</td>
<td width="132" valign="top">300.000.000</td>
<td width="127" valign="top">300.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">6</td>
<td width="336" valign="top">AKOMODASI, KONSUMSI &amp; TRANSPORTASI DI   KL</p>
<ul>
<li>Transportasi local</li>
<li>Akomodasi di Kuala Lumpur</li>
<li>Konsumsi di Kuala Lumpur</li>
<li>Tiket tempat wisata</li>
</ul>
</td>
<td width="132" valign="top">75.000.000</p>
<p>60.000.000</p>
<p>45.000.000</p>
<p>15.000.000</td>
<td width="127" valign="top">195.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">7</td>
<td width="336" valign="top">LAIN – LAIN</p>
<ul>
<li>Lain-lain dan yang tak terduga</li>
</ul>
</td>
<td width="132" valign="top">22.500.000</td>
<td width="127" valign="top">22.500.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top"></td>
<td width="336" valign="top"><strong>TOTAL ANGGARAN </strong></td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="127" valign="top"><strong>760.000.000</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?feed=rss2&amp;p=1006</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UNDANGAN BMT SUMMIT</title>
		<link>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1001</link>
		<comments>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1001#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 13:05:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=1001</guid>
		<description><![CDATA[Nomor    : 115/Sek/DPP-PBI/X/2011                                                                                Jakarta, 03 Oktober 2011 Lamp      : 1 berkas Hal          : UNDANGAN BMT SUMMIT Kepada Yth, Bapak/Ibu Pengurus dan Pengelola BMT / KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH Di            - Seluruh Tanah Air Assalamu’alaikum Wr.Wb Salam Silaturrahiem kami sampaikan semoga bapak/ibu dan kita semua selalu sukses dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari, amien. Kami atas nama Dewan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1002" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/141.jpg"><img class="size-medium wp-image-1002" title="14" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/141-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Dewan Pengurus Pusat PBMT Indonesia</p></div>
<p>Nomor    : 115/Sek/DPP-PBI/X/2011                                                                                Jakarta, 03 Oktober 2011</p>
<p>Lamp      : 1 berkas</p>
<p>Hal          : <strong>UNDANGAN BMT SUMMIT</strong></p>
<p>Kepada Yth,</p>
<p><strong>Bapak/Ibu Pengurus dan Pengelola</strong></p>
<p>BMT / KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH</p>
<p>Di            -</p>
<p>Seluruh Tanah Air</p>
<p><strong><em>Assalamu’alaikum Wr.Wb</em></strong></p>
<p>Salam Silaturrahiem kami sampaikan semoga bapak/ibu dan kita semua selalu sukses dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari, amien.</p>
<p>Kami atas nama Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perhimpunan BMT Indonesia mengundang Bapak dan Ibu untuk bisa hadir dalam acara BMT SUMMIT  yang insyaAllah akan dilaksanakan pada:</p>
<p>Hari/tanggal          : Minggu &#8211; Kamis, 20 – 24  Nopember 2011</p>
<p>Tempat                   : Jakarta (Indonesia) – Kuala lumpur (Malaysia)</p>
<p>Besar harapan kami bapak/ibu bisa hadir di acara ini untuk bisa saling berbagi ilmu sesama pegiat koperasi. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.</p>
<p><strong><em>Wassalamu’alaikum Wr.Wb</em></strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="600">
<tbody>
<tr>
<td width="300" valign="top">Sekretaris Jendral</td>
<td width="300" valign="top">Ketua Umum</td>
</tr>
<tr>
<td width="300" valign="top"></td>
<td width="300" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="300" valign="top">Dra. Hj. Mursida Rambe</td>
<td width="300" valign="top">Drs. H. Joelarso</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Catatan</strong>: Persyaratan mengikuti BMT SUMMIT 2011</p>
<ol>
<li>Membayar iuran sebesar Rp 4.000.000,- dan memiliki Paspor bagi peserta yang berniat ikut ke Jakarta dan Kualalumpur (Malaysia), kapasitas maksimal 100 orang.</li>
<li>Membayar iuran sebesar Rp 1.000.000,- bagi peserta yang hanya mengikuti kegiatan di Jakarta saja, kapasitas maksimal 50 orang.</li>
<li>Dimohon nama peserta disesuaikan dengan nama Paspor.</li>
<li>Pendaftaran dan pembayaran kontribusi peserta paling lambat tanggal 5 Nopember 2011</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?feed=rss2&amp;p=1001</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEMINAR&#8221;MENCARI FORMAT KOPERASI IDEAL BAGI PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN INDONESIA&#8221;</title>
		<link>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=987</link>
		<comments>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=987#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 06:28:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=987</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (28/9), Perbincangan tentang peran dan posisi koperasi dalam perekonomian Indonesia sering bersifat amat normatif, mengenai apa yang seharusnya. Hal demikian memang masih perlu diwacanakan terus menerus dengan advokasi dan determinasi yang kuat dari berbagai pihak yang masih peduli. Akan tetapi, jika berlarut-larut pada tataran itu belaka, maka tak akan efektif bagi gerakan koperasi. Biasanya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_990" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/CIMG3963.jpg"><img class="size-medium wp-image-990 " title="CIMG3963" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/CIMG3963-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Dari Kiri: Awalil Rizky (Ketua II BMT Center), Untung Tri Basuki (Deputi Bid Kelembagaan Koperasi&amp;UKM RI), Ecky Awal Muharam (Anggota DPR RI F-PKS), Angga Antagia (Moderator), Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat),Lukman M Baga (Peneliti Koperasi)</p></div>
<p>Jakarta (28/9), Perbincangan tentang peran dan posisi koperasi dalam perekonomian Indonesia sering bersifat amat normatif, mengenai apa yang seharusnya. Hal demikian memang masih perlu diwacanakan terus menerus dengan advokasi dan determinasi yang kuat dari berbagai pihak yang masih peduli. Akan tetapi, jika berlarut-larut pada tataran itu belaka, maka tak akan efektif bagi gerakan koperasi. Biasanya, tak akan banyak yang menentang konsep normatif, seperti bahwa koperasi adalah soko guru perekonomian Indonesia, bahwa perekonomian nasional mustinya disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dimana koperasi adalah badan usaha yang paling cocok dikembangkan bagi rakyat banyak, dan seterusnya. Namun, koperasi kemudian “tidak terlihat” pada berbagai Peraturan Perundang-undangan yang lebih “operasional” terkait pengelolaan perekonomian nasional. Lebih tak tampak lagi (bukannya tidak ada) dalam kebijakan perekonomian Pemerintah.</p>
<p>Sementara ini, komitmen Pemerintah beberapa periode kepemimpinan terhadap koperasi banyak yang bersifat slogan. Harus diakui, sudah ada upaya dan kebijakan yang dimaksud untuk mendukung revitalisasi dan kebangkitan, namun secara relative amat jauh dibandingkan perhatian kepada aspek lain dalam kebijakan ekonomi. Antara lain diindikasikan oleh alokasi anggaran (Belanja) Pemerintah Pusat berdasar fungsi maupun berdasar Organisasi (kementerian atau lembaga). Secara keseluruhan, komitmen itu pun masih kurang memadai untuk kondisi mutakhir yang dialami oleh gerakan koperasi Indonesia.</p>
<div id="attachment_992" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/CIMG3959.jpg"><img class="size-medium wp-image-992 " title="CIMG3959" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/CIMG3959-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Presentasi Awalil Rizky berkaitan dengan format koperasi dlm pembangunan perekonomian di Indonesia</p></div>
<p>Salah satu perkembangan yang paling menarik adalah perkembangan koperasi simpan pinjam atau koperasi jasa keuangan, termasuk yang beroperasi berdasar syariah Islam. Berikutnya, kami akan memberi gambaran sedikit tentang BMT (Baitul Mal wa Tamwil) yang hampir seluruhnya merupakan koperasi.</p>
<p>Perkembangan gerakan BMT yang terbilang pesat itu sebenarnya belumlah optimal jika dilihat dari potensi yang jauh lebih besar. Ada banyak kendala dan tantangan dalam operasional BMT-BMT, serta masih belum ada dukungan penuh dari beberapa pihak yang sebetulnya dibutuhnkan. Keberadaannya pada “dua kaki”, sebagai lembaga keuangan mikro yang terkait erat dengan UMKM dan sebagai lembaga yang bersifat syariah, belum berhasil diramu menjadi keunggulan yang berkesinambungan. Pihak otoritas ekonomi dan Pemerintah Daerah masih terkesan lambat memberi dukungan, bahkan kadang menghambat dengan regulasi atau birokrasi yang tidak dilandasi pemahaman permasalahannya. Dari sisi internal BMT sendiri masih ada banyak kendala terkait permodalan, sistem operasional dan ketersediaan sumber daya insani yang memadai.</p>
<div id="attachment_991" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/CIMG3956.jpg"><img class="size-medium wp-image-991 " title="CIMG3956" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/CIMG3956-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Sesi tanya jawab antara narasumber dengan audiens</p></div>
<p>Di masa mendatang, yang telah dimulai sejak kini, berbagai tantangan telah menghadang BMT. Khususnya yang terkait erat dengan perkembangan kondisi eksternal, dimana sebagiannya harus dihadapi secara bersama. Tantangan tersebut antara lain meliputi: dinamika perekonomian nasional bahkan global, kemajuan teknologi dan komunikasi, kondisi sosial politik dan budaya, kesadaran praktik syariah dan lain sebagainya.</p>
<p>Satu catatan menarik dari dinamika BMT adalah hampir semua yang tumbuh pesat dan kemudian stabil serta berkembang secara lebih sustainabel adalah yang sedikit bahkan ada yang tak pernah mendapat “bantuan langsung” dari Pemerintah. Misalnya, bantuan permodalan.</p>
<p>Atas dasar pengalaman kawan-kawan di lingkungan Perhimpunan BMT Indonesia (BMT Center) dan komunikasi yang cukup intensif dengan pegiat Koperasi Simpan Pinjam lainnya, maka kami menyampaikan beberapa poin berikut ini; <em> </em></p>
<p><em>Pertama</em>, masalah sulitnya membangkitkan koperasi agar menjadi pelaku ekonomi utama adalah terkait erat dengan kondisi perekonomian Indonesia yang didominasi asing. Dominasi itu secara umum mengecilkan porsi ekonomi rakyat, yang berarti mempersempit ruang gerak koperasi.</p>
<div id="attachment_994" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/CIMG3995.jpg"><img class="size-medium wp-image-994" title="CIMG3995" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/CIMG3995-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Awalil Rizky menerima kenang-kenangan dari bpk. Mustafa Kamal (ketua F-PKS)</p></div>
<p><em>Kedua</em>, perkembangan kisah sukses koperasi dalam lima belas tahun terakhir ini banyak yang ditunjukkan oleh koperasi simpan pinjam (koperasi jasa keuangan), termasuk yang beroperasi secara syariah.</p>
<p><em>Ketiga</em>, koperasi simpan pinjam (KSP) memiliki dinamika sedemikian rupa dalam satu dua dasawarsa ini yang membuatnya menghadapi banyak hal yang berbeda dengan jenis koperasi lain. Industri keuangan yang digiati memaksa persaingan, setidaknya irisan dengan perbankan, yang memiliki “aturan ketat”. Maka, aturan yang lebih rinci dan sangat mungkin undang-undang tersendiri adalah diperlukan.</p>
<p><em>Keempat</em>, soal badan hukum dan organisasi tak banyak yang dipermasalahkan. Kemudahan mengurus badan hukum sudah cukup baik. Sedang penyempurnaan organisasi kebanyakan telah bisa diinisiasi oleh masing-masing koperasi atau oleh pihak asosiasi. Beberapa peraturan dan keputusan menteri juga sudah cukup jauh menterjemahkan undang-undang. Masalah paling krusial di sini adalah pengawasan, yang memang terasa masih lemah, khususnya terhadap KSP. Yang perlu dicatat, kami dari pegiat KSP Syariah justeru berharap pengawasan yang lebih baik dan “ketat”. Sebaiknya dalam proses penyusunan aturan main pengawasan melibatkan pihak KSP, dan dalam pelaksanaannya melibatkan pihak asosiasi.</p>
<p><em>Keenam</em>, dalam hal permodalan adalah tidak sepenuhnya tepat stereotype mengenai koperasi kekurangan modal, khususnya bagi KSP. Masalahnya lebih kompleks dari itu. Amat berbeda antara KSP dengan koperasi jenis lain. Bantuan modal itu akan membantu atau malah mencelakakan juga bergantung dengan banyak “aspek teknis” nya.</p>
<p><em>Ketujuh</em>, kami dari Perhimpunan BMT Indonesia mengusulkan agar UU Koperasi mengamanatkan bahwa harus ada Departemen yang mengurusi koperasi, bukan sekadar Kementerian. Ini erat kaitannya dengan soal bantuan dan peran Pemerintah dalam membangkitkan gerakan koperasi.</p>
<p><em>Kedelapan</em>, apa pun bantuan Pemerintah sebaiknya memperhitungkan soal kemandirian koperasi dan berperspektif jangka panjang. Mengenai bimbingan Pemerintah, harus difahami bahwa dalam banyak hal pegiat koperasi justeru lebih mengerti persoalannya.</p>
<p>Semoga koperasi akan bangkit dan menjadi pelaku utama perekonomian Indonesia dan membawa seluruh rakyat Indonesia menjadi sejahtera.</p>
<p>ttd</p>
<p>AWALIL RIZKY</p>
<div id="attachment_995" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/CIMG3996.jpg"><img class="size-medium wp-image-995 " title="CIMG3996" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/CIMG3996-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Para narasumber berpose bersama dengan bapak Mustafa Kamal (ketua FPKS)</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?feed=rss2&amp;p=987</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INTERNATIONAL SEMINAR THE ROLE OF ISLAMIC MICROFINANCING IN FINANCIAL INCLUSION</title>
		<link>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=973</link>
		<comments>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=973#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 07:51:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terhangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?p=973</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (22/9)- Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi modal penting bagi perkembangan industri keuangan Islam, terlebih dalam menghadapi tren keuangan global. Oleh karena itu, hari ini Islamic Banking Finance Indonesia (IBFI) Trisakti sebagai salah satu lembaga pendidikan menggelar seminar internasional keuangan Islam bertajuk &#8220;Islamic Finance : Towards Achieving Greater Financial Inclusion&#8220;. Seminar tersebut adalah upaya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_977" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/Dr.-Amat-Taap-Manshor-Head-Centers-of-Excellence-at-Asian-Institute-of-Finance-AIF-Malaysia-and-Mr.-Saat-Suharto-CEO-PT-PBMT-Venture-Capital.jpg"></a><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/From-right-to-left-Dr.-Amat-Taap-Manshor-AIF-Malaysia-Mr.-Saat-Suharto-CEO-PT-PBMT-Venture-Capital-Prof.-Dr.-Asyarf-Wajdi-Dusuki-ISRA-Malaysia-Prof.-Dr.-Sofyan-Syafri-Harahap-Mr.-Benny-Witjaksono.jpg"></a><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/Mr.-Saat-Suharto-CEO-PT-PBMT-Venture-Capital-Presentation-on-International-Seminar-The-Role-of-Islamic-Microfinancing-in-Financial-Inclusion_1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-979" title="Mr. Saat Suharto (CEO PT PBMT Venture Capital) Presentation on International Seminar The Role of Islamic Microfinancing in Financial Inclusion_1" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/Mr.-Saat-Suharto-CEO-PT-PBMT-Venture-Capital-Presentation-on-International-Seminar-The-Role-of-Islamic-Microfinancing-in-Financial-Inclusion_1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/The-Speakers-from-right-to-left-Mr.-Saat-Suharto-and-CEO-PT-PBMT-Venture-Capital-Mr.-Benny-Witjaksono-CEO-Bank-Mega-Syariah-Prof.-Dr.-Asyarf-Wajdi-Dusuki-ISRA-Malaysia-and-Prof.-Dr.-Sofyan-Syafri-Harahap.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-983" title="The Speakers from right to left Mr. Saat Suharto and  (CEO PT PBMT Venture Capital), Mr. Benny Witjaksono (CEO Bank Mega Syariah), Prof. Dr. Asyarf Wajdi Dusuki (ISRA Malaysia), and Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/The-Speakers-from-right-to-left-Mr.-Saat-Suharto-and-CEO-PT-PBMT-Venture-Capital-Mr.-Benny-Witjaksono-CEO-Bank-Mega-Syariah-Prof.-Dr.-Asyarf-Wajdi-Dusuki-ISRA-Malaysia-and-Prof.-Dr.-Sofyan-Syafri-Harahap-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><img class="size-medium wp-image-978" title="From right to left Dr. Amat Taap Manshor (AIF-Malaysia), Mr. Saat Suharto (CEO PT PBMT Venture Capital), Prof. Dr. Asyarf Wajdi Dusuki (ISRA Malaysia), Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap, Mr. Benny Witjaksono" src="http://permodalanbmt.com/bmtcenter/wp-content/uploads/From-right-to-left-Dr.-Amat-Taap-Manshor-AIF-Malaysia-Mr.-Saat-Suharto-CEO-PT-PBMT-Venture-Capital-Prof.-Dr.-Asyarf-Wajdi-Dusuki-ISRA-Malaysia-Prof.-Dr.-Sofyan-Syafri-Harahap-Mr.-Benny-Witjaksono-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">From right to left Dr. Amat Taap Manshor (AIF-Malaysia), Mr. Saat Suharto (CEO PT PBMT Venture Capital), Prof. Dr. Asyarf Wajdi Dusuki (ISRA Malaysia), Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap, Mr. Benny Witjaksono</p></div>
<p>Jakarta (22/9)- Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi modal penting bagi perkembangan industri keuangan Islam, terlebih dalam menghadapi tren keuangan global. Oleh karena itu, hari ini <em>Islamic Banking Finance  Indonesia</em> (IBFI) Trisakti sebagai salah satu lembaga pendidikan  menggelar seminar internasional keuangan Islam bertajuk &#8220;<em>Islamic Finance  : Towards Achieving Greater Financial Inclusion</em>&#8220;.</p>
<p>Seminar tersebut adalah upaya yang ditempuh IBFI agar &#8220;cakrawala&#8221; keuangan Islam di Indonesia dapat terbuka luas.  Seminar ini sendiri diharapkan juga dapat memberikan wacana baru dan menjadi ajang saling tukar pengalaman serta pemikiran terkait dunia keuangan Islam di negeri ini.</p>
<p><em><br />
Direktur Utama PBMT Ventura</em>, Ir. H. Saat Suharto menuturkan bahwa &#8220;Acara ini lebih kepada sharing gagasan tentang bagaimana peran mikrofinance dan studi kasus di Indonesia, saya lebih menekankan pada perubahan mindset dari anggota setelah mendapat pelayanan saving, dimana mereka (baca; anggota BMT) akan merasa: 1. bagian dari orang kaya (krn punya tabungan) sehingga siap ditingkatkan kapasitas usahanya. 2. Tabungan digunakan sebagai sarana perencanaan keuangan dan usaha. 3. Saving digunakan sarana mempersiapkan terjadinya resiko krn bencana.&#8221; ujarnya seperti dikutip dari siaran pers yang <a href="http://pkesinteraktif.com/" target="_blank">permodalanbmt.com </a>terima.</p>
<p>Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara yang sangat berkompeten di bidangnya. Hadir sebagai pembicara : Ir. Saat Suharto, <em>Direktur Utama PT Permodalan BMT Ventura</em>, Dr. Ashraf Wadji Dusuki, <em>Executive  Director Asian Institute Of Finance</em>, Badlisyah Abdul Ghani, Praktisi Perbankan Syariah Malaysia, Rizqullah, Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah, Indra W. Supriadi, <em>Chairman of Sahabat  UKM-Sampoerna Microfinance</em>, Benny Wicaksono dan Direktur Utama Bank Mega  Syariah.</p>
<p>By; Alil</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://permodalanbmt.com/bmtcenter/?feed=rss2&amp;p=973</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
